Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 116 jiwa terdampak abrasi pantai di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai. Gelombang tinggi yang menerjang wilayah tersebut menyebabkan puluhan rumah warga rusak parah.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, menjelaskan bahwa gelombang tinggi menerjang Desa Longkoga Barat, khususnya di Dusun I dan Dusun II, selama kurang lebih empat jam pada Kamis, 19 Maret 2026. “Gelombang tinggi yang terjadi menyebabkan kerusakan pada permukiman warga di wilayah pesisir,” kata Asbudianto di Palu.

BPBD Sulteng telah berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai untuk melakukan asesmen di lokasi terdampak. Berdasarkan data sementara, sebanyak 30 kepala keluarga (KK) terdampak, yang terdiri atas 12 lansia, dua balita, serta 102 warga dewasa dan anak-anak.

Kerusakan infrastruktur akibat abrasi ini cukup signifikan. Asbudianto merinci, 30 unit rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian tujuh unit rusak berat, termasuk dua rumah rusak total. Selain itu, 10 unit rumah rusak sedang, dan 13 unit lainnya rusak ringan. Tanggul pantai di Dusun II sepanjang sekitar 30 meter juga mengalami kerusakan sedang.

Akibat kerusakan tersebut, sebanyak tujuh kepala keluarga terpaksa mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat yang lebih aman. Beruntungnya, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

BPBD juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi para korban abrasi. Kebutuhan tersebut meliputi bantuan selimut, pakaian, logistik penanggulangan bencana, serta perbaikan rumah warga. Selain itu, pembangunan tanggul atau talud pengaman pantai di Dusun I sepanjang kurang lebih 360 meter menjadi prioritas untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Meskipun kondisi gelombang laut saat ini berangsur menurun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi susulan, terutama saat air laut pasang. Peringatan ini disampaikan untuk memastikan keselamatan warga di wilayah pesisir.