Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah . Kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi akan berlangsung sepanjang akhir pekan ini, mulai Jumat, 20 Februari 2026, hingga Minggu, 22 Februari 2026.

Kapuas Hulu Jadi Prioritas Kewaspadaan

Secara khusus, Kabupaten Kapuas Hulu diidentifikasi sebagai salah satu daerah dengan potensi hujan petir yang sangat tinggi. Selain Kapuas Hulu, beberapa wilayah lain yang juga perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Sintang, Melawi, Ketapang, dan sebagian kecil Landak. BMKG mengimbau masyarakat di daerah-daerah tersebut untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

Dampak dan Imbauan BMKG

Kepala Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat, Bapak Supriadi, dalam keterangan persnya pada Kamis (19/2) menyatakan, “Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, pohon tumbang, serta licinnya jalan.” Ia menambahkan bahwa intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat dapat memicu peningkatan debit air sungai, terutama di daerah aliran sungai (DAS) Kapuas.

Fenomena cuaca ini dipengaruhi oleh adanya daerah tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan yang menarik massa udara lembap ke wilayah Kalimantan Barat, serta labilitas atmosfer yang cukup kuat. Kondisi ini menciptakan awan-awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat dan petir.

Langkah Antisipasi dan Informasi Lanjut

Pemerintah daerah setempat, bekerja sama dengan BPBD, telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Masyarakat diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan lebat disertai petir, serta memastikan saluran drainase di lingkungan sekitar bersih agar tidak terjadi genangan. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan cuaca dapat diakses melalui situs resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG.