Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 26 daerah di Jawa Tengah hari ini, Jumat, 3 Mei 2026. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Peringatan ini menyusul dampak cuaca ekstrem yang telah melanda Kota Semarang sejak Sabtu (2/5) sore, menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir dan pembatalan agenda Semarang Night Festival.

Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Petir

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Harits Syahid Hakim, mengungkapkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di 26 daerah pada Minggu (3/5). “Waspadai bencana hidrometeorologi sebagai dampak terjadinya cuaca ekstrem tersebut, terutama warga berada di lereng perbukitan dan daerah aliran sungai (DAS),” kata Harits Syahid Hakim.

Daerah-daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem meliputi Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Pemalang, Brebes, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa. Sementara itu, daerah lainnya diperkirakan akan diguyur hujan ringan hingga sedang.

Pada pagi hari, sejumlah wilayah di Pantura dan Karimunjawa sudah diguyur hujan ringan hingga sedang, meskipun daerah lain cerah berawan. Memasuki siang, sore, hingga awal malam, hujan ringan hingga sedang diperkirakan akan mengguyur tidak merata dalam waktu yang bervariasi.

Kondisi Perairan dan Banjir Rob

Meskipun fenomena air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah telah mereda dengan ketinggian maksimum 0,8 meter, banjir masih merendam sejumlah daerah di pesisir Pantura. Hal ini disebabkan oleh sisa banjir sebelumnya dan cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila, mengingatkan para pelaku pelayaran untuk tetap waspada. “Waspadai saat gelombang diatas 1,25 meter dan berlangsung kecepatan angin diatas 15 knot akan berisiko terhadap aktivitas pelayaran,” ujar Shafira Tsanyfadhila.

Gelombang di perairan utara Jawa Tengah berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, sedangkan di perairan selatan berkisar 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini cukup aman untuk aktivitas pelayaran, namun kewaspadaan tetap diperlukan terhadap perubahan cuaca, terutama saat terjadi angin kencang.

Angin di wilayah Jawa Tengah bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-30 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18-34 derajat Celcius, dengan kelembaban udara antara 55-95 persen.