Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S di perairan Samudera Hindia, sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Bibit siklon ini terpantau oleh Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Satria Topan Primadi, menyatakan bahwa potensi bibit 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masuk kategori sedang. Sirkulasi siklonik terpantau berada di selatan Nusa Tenggara Barat telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 91S,” ujar Satria di Mataram, Kamis.
Meskipun pergerakan bibit badai tropis ini cenderung ke arah selatan-tenggara dan menjauhi wilayah NTB, Satria menjelaskan bahwa dampak meteorologi masih berpotensi terjadi. Keberadaan sistem ini membentuk serta memperkuat daerah konvergensi atau pertemuan angin dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Sirkulasi siklonik tersebut juga mendukung peningkatan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai peningkatan kecepatan angin, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
“Dampak Bibit Siklon tropis 91S berpotensi memicu kenaikan tinggi gelombang laut dengan kategori sedang 2,5-4 meter hingga kategori tinggi 4-6 meter di perairan utara maupun selatan NTB,” kata Satria.
Imbauan Kewaspadaan dari BMKG
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang diakibatkan oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S ini.
Satria Topan Primadi menekankan beberapa langkah antisipasi utama yang perlu dilakukan:
- Masyarakat pesisir diimbau menghindari aktivitas melaut, terutama bagi nelayan dan kapal kecil.
- Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan posko siaga bencana, jalur evakuasi, dan stok logistik darurat.
- Operator transportasi laut dan udara diminta untuk menyesuaikan jadwal dan rute sesuai kondisi cuaca.
- Warga umum diimbau waspada terhadap potensi banjir dan longsor, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan atau angin kencang.
- Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial, dan siaran radio maupun televisi.
