Setelah penantian panjang selama tiga tahun lima bulan, girl group papan atas BLACKPINK akhirnya kembali menyapa penggemar global dengan mini album ketiga mereka, ‘DEADLINE’. Rilisan yang sangat dinantikan ini tidak hanya memicu antusiasme luar biasa dari BLINK di seluruh dunia, tetapi juga langsung memberikan dampak positif signifikan terhadap pasar modal, dengan saham YG Entertainment melonjak tajam.

Mini album ‘DEADLINE’ dijadwalkan rilis pada 27 Februari pukul 14.00 KST atau 12.00 WIB. Momen ini menjadi sangat bersejarah karena menandai kembalinya Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa dalam formasi lengkap setelah jeda aktivitas grup yang cukup lama.

Agensi YG Entertainment menggambarkan ‘DEADLINE’ sebagai sebuah album yang merangkum momen-momen terbaik BLACKPINK, sebuah fase yang disebut tidak akan terulang kembali. Album ini juga merepresentasikan masa kini, di mana BLACKPINK berada di titik paling bersinar dengan gaya serta musik yang diterima luas oleh publik internasional.

Mini album ini berisi lima lagu dengan ragam gaya dan genre berbeda, menunjukkan eksplorasi musikal yang terus berevolusi tanpa batas. Melalui ‘DEADLINE’, grup ini menegaskan arah baru untuk melangkah ke level yang lebih tinggi dalam industri musik global.

Sehari sebelum perilisan resmi, tepatnya pada 26 Februari, BLACKPINK membuat kejutan dengan berkolaborasi bersama Museum Nasional Korea. Dalam kolaborasi unik ini, pratinjau lima lagu dari album baru dirilis secara eksklusif, memadukan warisan budaya dan musik populer.

Ini merupakan kali pertama Museum Nasional Korea bekerja sama dengan IP eksternal. Bagian dalam hingga luar museum dihiasi nuansa merah muda khas BLACKPINK, menciptakan atmosfer visual yang memikat dan simbolis. Seluruh member turut menyumbangkan suara mereka untuk memberikan penjelasan mengenai delapan harta nasional dalam tiga bahasa: Korea, Inggris, dan Thailand, merefleksikan identitas global mereka.

Sebagai kelanjutan proyek tersebut, YG Entertainment mengumumkan akan menghadirkan proyek Guk Joong Park X BLACKPINK di Museum Nasional Korea mulai 27 Februari hingga 8 Maret mendatang. Proyek ini diprediksi menjadi daya tarik tersendiri, menggabungkan seni visual dan musik dalam satu ruang budaya.

Dampak comeback ini tidak hanya terasa di dunia hiburan, tetapi juga di pasar modal. Pada 27 Februari pukul 10.30 KST atau 8.30 WIB, saham YG di pasar KOSDAQ tercatat naik 6.100 won atau 8,56 persen, mencapai 77.400 won dibandingkan hari sebelumnya.

Selain itu, YG Plus juga mengumumkan bahwa peningkatan penjualan merchandise terkait tur dunia BLACKPINK memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kinerja perusahaan. Dengan kombinasi promosi kreatif, kolaborasi budaya berskala nasional, serta dukungan finansial yang solid, comeback ‘DEADLINE’ diprediksi menjadi salah satu proyek terbesar YG Entertainment dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah menaklukkan panggung dunia, kini BLACKPINK bersiap menorehkan babak baru dalam karier mereka. ‘DEADLINE’ bukan sekadar mini album, melainkan simbol evolusi, identitas global, dan momentum emas yang menegaskan posisi mereka sebagai salah satu girl group paling berpengaruh di industri musik saat ini.

sumber gambar: gesit.id