Band rock asal Jakarta, Black Horses, resmi meluncurkan album ketiga mereka yang bertajuk Jahanam. Album berisi sembilan trek ini dirilis di bawah naungan Firefly Records, anak perusahaan Musica Records, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Album Jahanam menandai babak baru bagi Black Horses yang beranggotakan Oscario (vokal), Kevin Indriawan (gitar), Lucky Azhary (bass), dan Julian Aditya (drum). Ini adalah album pertama mereka yang seluruh liriknya menggunakan bahasa Indonesia, sebuah langkah signifikan dalam perjalanan musikalitas mereka.
Diproduseri oleh John Paul Patton alias Coki, yang dikenal dari Kelompok Penerbang Roket dan Ali, album ini juga merambah area konseptual musikalitas yang lebih luas. Lirik-liriknya sarat dengan benih-benih pesan satir yang tegas namun realistis, dibalut dalam nuansa classic rock yang terasa segar dan ‘kotor’ tanpa kehilangan energi eksplosif khas Black Horses.
Dua single terdahulu, “Tirani Tua” dan “Distorsi Menggema”, turut melengkapi album ini bersama enam lagu baru lainnya. Setelah peluncuran album, “Jejak Waktu” didapuk sebagai trek jagoan yang diharapkan menjadi oase bagi Black Horses dan para Kusir-Kusir, sebutan bagi penggemar mereka, sebagai kendaraan menuju kedewasaan level berikutnya.
Oscario, vokalis Black Horses, mengungkapkan makna di balik perilisan Jahanam. “Album ini adalah bentuk respons bagi para Kusir dan pendengar kami untuk bisa lebih relate dengan apa yang kami rasakan belakangan ini, terutama situasi yang terjadi di sekitar kita, apapun konteksnya,” ujarnya.
Senada dengan Oscario, Lucky, sang basis, menambahkan bahwa album ini lebih dari sekadar kumpulan lagu. “Ini lebih dari sekadar album atau kumpulan lagu, ini adalah penanda zaman dari Black Horses untuk kita semua yang tinggal di Indonesia,” tegas Lucky.
John Paul Patton alias Coki selaku produser mengakui bahwa proses produksi materi-materi dalam album ini punya tantangannya sendiri.
