Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Tengah menggandeng Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Palu untuk menyelenggarakan program vokasi. Kolaborasi ini fokus pada pelatihan mekanik motor intensif bagi enam pengelola bengkel program Z-Auto, yang merupakan mitra binaan Baznas.
Ketua Baznas Sulteng, Hatamuddin Thamrin, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi. “Z-Auto adalah salah satu program unggulan Baznas untuk menciptakan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi umat,” kata Hatamuddin di Palu, Senin (9/2/2026).
Pelatihan tersebut dilaksanakan di Workshop Satpel PVP Palu. Program ini merupakan bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang berfokus pada pemberdayaan sektor produktif. Tujuannya adalah memastikan para penerima manfaat memiliki keahlian teknis yang sesuai standar industri.
Hatamuddin menambahkan, program Z-Auto dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan modal fisik. “Melalui sinergi dengan Satpel PVP, pihaknya memastikan dana zakat yang dititipkan para muzakki menjadi motor penggerak ekonomi,” ujarnya. Ia berharap, “para mustahik hingga mereka mampu mandiri secara finansial.”
Dari sisi Satpel PVP Palu, Koordinator Arfiani menegaskan komitmen instansi di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) itu dalam meningkatkan kompetensi angkatan kerja. “Kami memberikan dukungan penuh melalui penyediaan instruktur dan fasilitas pelatihan yang sesuai standar nasional,” kata Arfiani.
Arfiani berharap, “para mekanik Z-Auto ini tidak hanya mahir secara autodidak, tetapi memiliki pemahaman teknis yang sistematis dan profesional agar mampu bersaing dengan bengkel-bengkel modern lainnya.”
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian Baznas Sulteng, Hasan H Lasiata, menjelaskan bahwa pemilihan enam bengkel Z-Auto telah melalui proses kurasi ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berdaya guna.
“Kita ingin memastikan usaha yang dijalankan oleh para mustahik ini tumbuh berkembang dan berkelanjutan, bukan hanya bantuan sesaat,” kata Hasan. Ia menambahkan, pendistribusian bantuan dalam bentuk program Z-Auto ini dibarengi dengan pendampingan teknis, dengan pelatihan mekanik sebagai langkah krusial.
Materi pelatihan mencakup sistem injeksi, manajemen bengkel, hingga teknik servis berkala. Dengan sertifikasi teknis dan penguatan modal dari Baznas, enam bengkel Z-Auto di Sulawesi Tengah diharapkan menjadi rujukan servis motor bagi masyarakat luas, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup para pengelola.
