Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu atau Basarnas mengerahkan KN SAR Baladewa untuk mencari dua penumpang KLM Nur Ainun Balqis yang masih hilang. Kapal tersebut dilaporkan tenggelam di perairan Selat Makassar, wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Senin (16/2/2026).

Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, menyatakan tim gabungan telah memulai operasi. “Tim SAR gabungan kami kerahkan melakukan pencarian sekitar pukul 18.14 Wita menggunakan KN SAR Baladewa. Kami menerima informasi ada lima penumpang di kapal tersebut,” kata Rizal di Palu, Senin (16/2/2026).

KLM Nur Ainun Balqis diketahui berlayar dari Nunukan, Kalimantan Utara, menuju Pelabuhan Orange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, sejak Kamis (12/2) sekitar pukul 02.00 Wita. Di tengah perjalanan, kapal dihantam ombak besar di Selat Makassar, menyebabkan oleng dan akhirnya tenggelam. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Dari lima penumpang yang ada, tiga di antaranya telah ditemukan selamat oleh nelayan dari Donggala pada Minggu (15/2) sekitar pukul 20.00 Wita. Mereka adalah Saharudin (47), Muh Alwi (32), dan Muksin (47). Sementara itu, dua penumpang lainnya, Gus Wan (47) dan Adam (20), masih dalam pencarian intensif.

Rizal menambahkan, koordinat tenggelamnya KLM Nur Ainun Balqis berada di 0°0’30.30″S – 119°17’6.42″E, sekitar 52 mil laut arah utara dermaga KN SAR Baladewa di Kota Palu. “Estimasi tim tiba di titik koordinat sekitar pukul 21.14 Wita. Kami berharap dua korban lainnya dapat ditemukan,” ujarnya.

Operasi pencarian ini melibatkan personel Kansar Palu, TNI AL, nelayan setempat, dan ABK KN SAR Baladewa. Tim dilengkapi dengan berbagai peralatan SAR, alat komunikasi, alat medis, dan alat evakuasi. Basarnas memastikan operasi dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk keselamatan kerja.