Grobogan, Jawa Tengah, dilanda banjir pada Kamis (2/4) malam, menyebabkan 3.176 keluarga terdampak dan 11 rumah mengalami kerusakan ringan. Bencana ini tersebar di 16 desa yang berada di lima kecamatan, memicu respons dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Kondisi ini diperparah dengan kiriman air dari Sungai Tuntang dan Sungai Serang, yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Ribuan Keluarga Terdampak di Lima Kecamatan
“Banjir yang terjadi di 16 desa pada Kamis (2/4) malam tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, Tegowanu, dan Purwodadi,” kata Wahyu Tri Darmawanto di Grobogan, Jumat.
Wahyu merinci, wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar berada di Kecamatan Kedungjati, dengan total 2.102 kepala keluarga (KK). Banjir di kecamatan ini menggenangi sembilan desa, meliputi Desa Wates, Kalimaro, Jumo, Padas, Deras, Klitikan, Ngombak, Kedungjati, dan Kentengsari. Ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut dilaporkan berkisar antara 10 hingga 50 centimeter (cm).
“Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan 11 rumah mengalami kerusakan ringan, terutama di Desa Ngombak dan Desa Kedungjati,” ujarnya.
Di Kecamatan Gubug, banjir merendam dua desa, yakni Penadaran dan Ringinharjo, dengan total 814 keluarga terdampak. Ketinggian air mencapai 20 hingga 60 cm sempat menggenangi permukiman warga di beberapa dusun.
Sementara itu, di Kecamatan Tegowanu, sekitar 200 rumah di Desa Sukorejo dan Tanggirejo terendam banjir. Genangan air juga sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 2 Sukorejo yang turut terdampak.
Luapan Sungai Kliteh di Kecamatan Tanggungharjo menyebabkan banjir di Desa Sugihmanik, berdampak pada 60 keluarga. Genangan air juga menghambat arus lalu lintas di ruas jalan Gubug-Kedungjati, tepatnya di wilayah Desa Mrisi.
Di Kecamatan Purwodadi, genangan air terjadi di ruas jalan Danyang-Pengkol di Desa Candisari sepanjang sekitar 100 meter, dengan ketinggian air sekitar 20-25 cm.
Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan
BPBD Grobogan bersama relawan dan warga setempat telah melakukan berbagai upaya penanganan. Langkah-langkah tersebut meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, pengiriman bantuan karung dan alas terpal, serta kerja bakti peninggian tanggul Sungai Tuntang di Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug.
“Sebagian besar genangan air telah surut sehingga warga mulai kembali beraktivitas. Namun masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih dapat terjadi,” pungkas Wahyu.
