CHATTOGRAM – Bangladesh akhirnya menyambut kedatangan tanker minyak mentah pertamanya setelah terhentinya pasokan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Kapal tanker MT Ninemia yang mengangkut sekitar 100.000 ton minyak dari Arab Saudi ini tiba di Pelabuhan Chattogram, Bangladesh, pada Kamis (7/5/2026).
Kedatangan MT Ninemia menjadi angin segar bagi industri perminyakan Bangladesh. Sebelumnya, pengiriman minyak mentah ke negara tersebut sempat terhenti total sejak pertengahan Februari hingga April, yang praktis melumpuhkan operasional kilang-kilang lokal. Dengan pasokan baru ini, kilang di Chattogram dijadwalkan akan kembali beroperasi penuh pada Sabtu (9/5/2026).
Krisis pasokan minyak ini bermula dari memanasnya konflik di Timur Tengah. Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Eskalasi ketegangan ini berdampak signifikan pada lalu lintas maritim, khususnya di Selat Hormuz.
Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, nyaris lumpuh akibat ketegangan tersebut. Kondisi ini memicu lonjakan harga bahan bakar di pasar internasional dan mengganggu rantai pasokan energi global.
Upaya meredakan ketegangan sempat dilakukan dengan pengumuman gencatan senjata antara AS dan Iran pada 7 April. Pembicaraan damai juga digelar di Islamabad, Pakistan, namun belum membuahkan hasil konkret. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata untuk memberikan waktu bagi Iran mengajukan “proposal terpadu”.
Menyikapi krisis di Selat Hormuz, Presiden Trump sebelumnya mengumumkan operasi “Proyek Kebebasan” (Project Freedom) yang bertujuan membantu kapal-kapal yang terhambat untuk melanjutkan perjalanan. Namun, proyek tersebut diputuskan untuk dihentikan sementara, menunggu potensi tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.
Kedatangan MT Ninemia diharapkan dapat menstabilkan kembali pasokan energi di Bangladesh dan mengurangi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh krisis geopolitik di Timur Tengah.
