Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, resmi menghadirkan aviari atau kandang burung raksasa di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan. Fasilitas berukuran 8×24 meter ini menelan anggaran sekitar Rp280 juta dan dirancang sebagai sarana edukasi serta hiburan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan bahwa pembangunan aviari ini bertujuan untuk melengkapi fasilitas RTH sekaligus menjadi wadah edukasi fauna bagi para pengunjung. “Fasilitas tersebut dirancang sebagai sarana edukasi dan hiburan bagi masyarakat,” ujar Denny di Mataram, Sabtu (22/2/2026).

Koleksi Burung dan Rencana Penambahan

Saat ini, aviari tersebut menampung sekitar 28 ekor burung dari delapan jenis berbeda. Beberapa spesies yang telah menghuni kandang raksasa ini antara lain burung Kenari, Jalak Kebo, Jalak Rebo, Jalak Rio, serta burung Koaok yang merupakan burung khas dan menjadi lambang Kota Mataram.

DLH Kota Mataram juga berencana menambah varietas satwa lainnya dalam waktu dekat. “Besok akan ada lagi pelepasan Bebek Mandarin, serta beberapa jenis burung lain yang sedang kami upayakan,” tambah Denny.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai kelangsungan hidup satwa, Denny memastikan bahwa perawatan kesehatan burung menjadi prioritas utama pengelola. Pihaknya akan memberikan makan secara teratur dan menjaga kebersihan kandang. Untuk mengantisipasi pengunjung yang masuk atau memberikan makanan sembarangan, aviari dilengkapi dengan jaring pelindung berkerapatan kecil.

“Kami berharap kehadiran aviari dapat menambah daya tarik estetika kota sekaligus menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal jenis-jenis burung tanpa harus masuk ke dalam habitat buatan tersebut,” pungkas Denny.