Tiga desa di Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, menggelar tradisi Roah 1001 Tebolak Beak yang unik pada Kamis, 12 Februari 2026. Ritual tahunan ini dipusatkan di pemakaman umum Batu Ngereng, Dusun Gelanggang, sebuah lokasi yang jarang dipilih untuk acara adat serupa.
Tradisi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus menjadi momen ziarah kubur dan roah bersama menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Tema yang diusung dalam perayaan ini adalah “cukup mate jadi nasehat”, yang berarti kematian menjadi nasihat bagi kehidupan.
Sejarah dan Apresiasi Panitia
Menurut Ketua Panitia Acara, Ibrahim Q.H, S.Pd.I, tradisi Roah 1001 Tebolak Beak telah dilaksanakan sejak lama, namun baru rutin digelar setiap tahun mulai 2015. Perayaan tahun ini merupakan yang ke-11 kalinya.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para tamu undangan yang hadir, perbaikan makam batu juga menjadi rangkaian dalam kegiatan ini,” ujar Ibrahim.
Dukungan Pemerintah Provinsi NTB
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi Provinsi NTB, H. Yusron Hadi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan tiga desa dalam melestarikan tradisi rutin ini.
“Acara ritual ini mengandung nilai spiritual, ritual budaya dan sosial kemanusiaan yang patut dipertahankan guna mengingat dan melestarikan budaya leluhur kita,” jelas H. Yusron Hadi.
Pemerintah Provinsi NTB menyambut baik penyelenggaraan acara tersebut. Harapannya, ke depan tradisi ini dapat dikemas lebih baik sehingga nilai spiritual, ritual budaya, dan sosial kemasyarakatan yang terkandung di dalamnya dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi seluruh Kecamatan Sakra Timur.
