Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan puluhan unit rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Banggai dan Kabupaten Morowali pada Rabu (1/4/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, menjelaskan bahwa banjir ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan selama beberapa jam. Kondisi tersebut menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di dua wilayah tersebut.
“Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di dua wilayah ini,” kata Asbudianto di Palu, Kamis (2/4/2026).
Dampak Banjir di Banggai dan Morowali
Di Kabupaten Banggai, banjir melanda Kecamatan Balantak Utara, tepatnya di Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang. Di Desa Pangkalaseang Baru, dua dusun terendam:
- Dusun I: Delapan unit rumah terdampak, dihuni delapan Kepala Keluarga (KK) atau 30 jiwa, termasuk enam orang lanjut usia (lansia) dan dua balita.
- Dusun II: Dua unit rumah terdampak, dihuni enam jiwa, termasuk dua orang lansia.
Sementara itu, di Desa Pangkalaseang, banjir merendam permukiman di Dusun II dan Dusun III:
- Dusun II: Tercatat 17 rumah terdampak, dihuni 45 jiwa, termasuk 11 orang lansia dan empat balita.
- Dusun III: Sebanyak 25 unit rumah terdampak, dihuni 85 jiwa, termasuk 19 orang lansia dan lima balita.
Di Kabupaten Morowali, banjir terjadi di Kecamatan Bungku Tengah pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 WITA. Dampak banjir meliputi:
- Desa Tofuti: 12 rumah warga terendam, termasuk kompleks asrama polisi.
- Kelurahan Mendui: 13 rumah dan satu bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) turut terdampak.
Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut.
Penanganan dan Kebutuhan Mendesak
Asbudianto menjelaskan bahwa saat ini Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD di masing-masing kabupaten telah melakukan asesmen serta berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
Adapun kebutuhan mendesak di wilayah terdampak antara lain normalisasi sungai, pemasangan bronjong atau talud, serta pembangunan dan perbaikan drainase. Selain itu, bantuan logistik seperti sandang (selimut dan alas tidur) dan pangan sangat dibutuhkan di Desa Pangkalaseang Baru.
Saat ini, kondisi di seluruh wilayah terdampak dilaporkan berangsur kondusif setelah hujan berhenti dan air telah surut. “Meski demikian masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” ujar Asbudianto.
