Yayasan Arkom Indonesia secara resmi meluncurkan buku berjudul “Pilah, Pilih, Pulih” di Kota Palu pada Jumat, 6 Maret 2026. Buku ini mendokumentasikan perjalanan panjang pemulihan berbasis komunitas di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pascabencana.
Dukungan Berkelanjutan dan Pembelajaran
Direktur Yayasan Arkom Indonesia, Yuli Kusworo, menegaskan pentingnya proses pemulihan yang berkelanjutan. “Pemulihan bukan proses singkat. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui kampanye solidaritas AirAsia Foundation, memungkinkan kami untuk terus mendampingi masyarakat secara berkelanjutan. Buku ini menjadi ruang berbagi pembelajaran agar pengalaman di Palu dapat menjadi referensi bagi wilayah lain,” ujar Yuli di Palu.
Melalui kolaborasi ini, Arkom Indonesia berhasil membangun 95 unit hunian tahan gempa bagi 95 keluarga penyintas di wilayah terdampak di Palu dan Donggala. Program ini juga mencakup pendampingan intensif kepada empat desa dan kelurahan, yaitu Kelurahan Mamboro Barat dan Mamboro di Kota Palu, serta Desa Tanjung Padang dan Desa Tompe di Kabupaten Donggala, dalam menyusun perencanaan berbasis risiko bencana. Perencanaan tersebut kemudian disahkan oleh pemerintah daerah setempat.
Selain pembangunan hunian, sejumlah fasilitas komunitas seperti ruang bersama dan pusat kegiatan warga turut dibangun untuk mendukung pemulihan sosial masyarakat. Model relokasi mandiri berbasis komunitas yang diterapkan dalam program ini bahkan direplikasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai salah satu pendekatan dalam program pemulihan nasional.
Solidaritas dan Konektivitas AirAsia
Peluncuran buku “Pilah, Pilih, Pulih” ini bertepatan dengan momen penting, sehari sebelum pengoperasian penerbangan perdana Indonesia AirAsia rute Surabaya–Makassar–Palu pada 7 Maret 2026. Momentum ini menjadi simbol bahwa konektivitas dan solidaritas dapat berjalan beriringan dalam mendukung ketahanan masyarakat pascabencana.
Director Flight Operations of Indonesia AirAsia, Kapten Ahmad Maulana Hendarto, menjelaskan bahwa buku ini bukan sekadar catatan pembangunan fisik. “Buku ‘Pilah, Pilih, Pulih’ merekam perjalanan panjang para penyintas dalam membangun kembali kehidupan mereka. Kisah yang disajikan tidak hanya berbicara tentang pembangunan rumah atau infrastruktur, tetapi juga proses belajar bersama, penguatan kapasitas warga, serta upaya merawat harapan setelah bencana,” paparnya.
Upaya pemulihan ini bermula dari kampanye solidaritas regional bertajuk #ToIndonesiaWithLove yang digagas AirAsia Foundation setelah bencana besar melanda Palu dan Lombok pada tahun 2018. Melalui kampanye tersebut, dana sebesar Rp13 miliar berhasil dihimpun dari berbagai donasi, termasuk kontribusi dari AirAsia sendiri. Dana ini kemudian disalurkan kepada Yayasan Arkom Indonesia, sebuah jaringan arsitek komunitas yang berfokus pada solusi hunian inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
