kini menjadi pemain utama dalam pasar top-up di Indonesia. Data terbaru per 16 April 2026 menunjukkan bahwa aplikasi game telah menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar untuk pengisian saldo digital, menggeser dominasi platform e-wallet konvensional yang sebelumnya merajai sektor ini.

Fenomena ini didorong oleh meningkatnya popularitas pembelian dalam aplikasi (in-app purchases) serta kemudahan transaksi yang ditawarkan langsung di dalam ekosistem game. Total volume transaksi pengisian saldo digital melalui aplikasi game dilaporkan mencapai Rp 15 triliun sepanjang kuartal pertama tahun 2026, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Pendorong Utama Dominasi Aplikasi Game

Kemudahan dan integrasi pembayaran yang mulus menjadi faktor kunci di balik pergeseran preferensi pengguna. Platform game besar seperti Google Play Games, Apple Arcade, dan Steam, serta berbagai aplikasi game mobile, kini menawarkan opsi pengisian saldo yang terhubung langsung dengan rekening bank atau kartu kredit pengguna.

Dr. Budi Santoso, Ekonom Digital dari Universitas Indonesia, menyoroti tren ini. “Integrasi pembayaran langsung dalam aplikasi game menawarkan kemudahan yang tak tertandingi, menggeser preferensi pengguna dari metode top-up konvensional,” ujar Dr. Budi Santoso. Ia menambahkan bahwa pengalaman pengguna yang tanpa hambatan saat membeli item virtual, langganan premium, atau mata uang dalam game menjadi daya tarik utama.

Dampak pada Pasar dan Konsumen

Survei menunjukkan bahwa sekitar 75 persen gamer mobile di Indonesia melakukan setidaknya satu pembelian dalam aplikasi setiap bulannya. Angka ini jauh melampaui frekuensi top-up saldo untuk keperluan umum di platform e-wallet tradisional. Rata-rata nilai transaksi per pengguna di aplikasi game juga cenderung lebih tinggi dibandingkan top-up e-wallet biasa.

Pergeseran ini memberikan tantangan baru bagi penyedia e-wallet konvensional seperti OVO, GoPay, dan DANA, yang kini harus beradaptasi dengan lanskap pasar yang berubah. Meskipun demikian, platform e-wallet tersebut masih memegang peranan penting dalam transaksi non-game.

Proyeksi dan Pengawasan Regulator

Analis pasar memproyeksikan bahwa dominasi aplikasi game dalam pasar saldo digital akan terus berlanjut, dengan perkiraan mencapai 70 persen pangsa pasar hingga akhir tahun 2026. Beberapa penerbit game bahkan mulai meluncurkan “dompet game” atau program loyalitas mereka sendiri yang berfungsi mirip dengan e-wallet, memperkuat ekosistem pembayaran internal mereka.

Bank Indonesia sebagai regulator menyatakan akan terus memantau perkembangan ini untuk memastikan perlindungan konsumen dan stabilitas sistem pembayaran digital. Fokus utama adalah pada keamanan transaksi dan transparansi biaya yang dikenakan dalam setiap pembelian di aplikasi game.