Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyambut baik perkembangan positif terkait hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kedua negara dikabarkan telah menyepakati usulan rencana 10 poin dan dijadwalkan segera memulai dialog atau negosiasi di Pakistan.
Dalam keterangan melalui Telegram yang dikutip di Kuala Lumpur pada Rabu (8/4/2026), Anwar Ibrahim menegaskan, “Saya dengan sepenuh hati menyambut baik perkembangan terbaru dalam perang AS-Iran saat ini, sehubungan dengan rencana sepuluh poin yang diusulkan oleh Iran dan diterima secara positif oleh Amerika Serikat.” Ia menambahkan bahwa usulan ini membawa harapan bagi pemulihan perdamaian dan stabilitas, tidak hanya di kawasan tetapi juga di seluruh dunia.
Anwar berharap proses negosiasi dapat dilaksanakan dengan itikad baik serta tekad kuat untuk mencari penyelesaian berkelanjutan atas berbagai isu yang dihadapi kawasan. Ia mengingatkan bahwa perundingan damai tidak akan berhasil jika diselimuti penipuan dan permainan “dua kaki”.
Menurut Anwar, “Sangat penting agar rencana sepuluh poin tersebut diterjemahkan menjadi kesepakatan damai yang komprehensif, bukan hanya untuk Iran, tetapi juga untuk Irak, Lebanon, dan Yaman.” Ia juga menekankan, “Lebih lanjut, menjadi kewajiban pihak-pihak terkait untuk memastikan berakhirnya genosida dan perampasan hak-hak rakyat Palestina, terutama di Gaza.”
Perdana Menteri Malaysia itu juga menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan mendalam kepada Pakistan serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas diplomasi tanpa lelah yang telah membantu mewujudkan momen negosiasi tersebut. Anwar menilai kesediaan Pakistan untuk berbicara dengan semua pihak, tanpa rasa takut maupun keberpihakan, mencerminkan tradisi tertinggi solidaritas umat Muslim dan tanggung jawab internasional.
Anwar menyatakan kesiapan Malaysia untuk mendukung dan melengkapi semua upaya perdamaian tersebut. Malaysia juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk memastikan akses kemanusiaan tanpa hambatan bagi seluruh populasi sipil yang terdampak oleh perang.
Menutup pernyataannya, Anwar berharap, “Semoga ini menjadi titik balik menuju perdamaian yang langgeng. Dunia tidak mampu menerima hasil yang kurang dari itu.”
