Pemerintah Malaysia menyalurkan bantuan senilai 300 ringgit atau sekitar Rp1,3 juta per hektare per musim kepada para petani padi. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban biaya pembajakan sawah di tengah kenaikan harga solar komersial yang signifikan. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk uang muka sebesar 200 ringgit per hektare.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim menjelaskan bahwa Dewan Aksi Ekonomi Nasional Malaysia telah menyetujui pembayaran uang muka ini. “Dewan Aksi Ekonomi Nasional Malaysia menyetujui pembayaran uang muka, yaitu Insentif Tarif Khusus Pembajakan karena mereka harus menyewa mesin pembajak. Jadi program pembajakan harus dilanjutkan, tetapi mereka membutuhkan modal. Oleh karena itu, kami pikir lebih baik diberikan uang muka sebesar 200 ringgit agar mereka dapat melanjutkan kegiatan penanaman padi,” kata Anwar Ibrahim di Malaysia, Selasa (5/5/2026).

Anwar menambahkan, kebijakan ini memiliki implikasi keuangan sebesar 48 juta ringgit atau sekitar Rp210 miliar yang telah disetujui pada pekan ini. Bantuan ini diperkirakan akan menguntungkan sekitar 240 ribu petani padi yang terdaftar di seluruh Malaysia.

Besaran bantuan 300 ringgit per hektare bagi petani padi ini merupakan peningkatan signifikan dari nominal bantuan sebelumnya yang hanya ditetapkan sebesar 160 ringgit per hektare sawah. Peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung sektor pertanian vital di tengah tantangan ekonomi.