Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pakistan atas inisiatifnya menjadi tuan rumah dialog antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini dinilai krusial dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dalam keterangannya di Kuala Lumpur pada Rabu (25/3/2026), Anwar Ibrahim secara langsung memuji peran Pakistan. “Saya memuji Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta para pemimpin negara sahabat lainnya yang telah melangkah maju,” ujar Anwar.

Menurut Anwar, posisi Pakistan sebagai mitra berbagai pihak dan suara kredibel di dunia Muslim memberikan peran penting dalam mendorong perundingan yang bermakna. Malaysia, lanjutnya, mendukung penuh inisiatif tersebut dan mendesak Amerika Serikat serta Iran untuk merespons secara positif.

Anwar Ibrahim menegaskan bahwa ruang untuk diplomasi masih terbuka lebar dan harus dimanfaatkan dengan serius. Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam setiap proses perundingan. “Setiap perundingan harus dilaksanakan atas dasar niat yang tulus: komitmen yang jelas untuk mengakhiri konflik, bukan sekadar mengelola ritmenya demi keuntungan taktis,” tegasnya.

Komunitas internasional, kata Anwar, terlalu sering menyaksikan gencatan senjata yang hanya menjadi jeda, bukan solusi permanen. Oleh karena itu, kawasan tersebut membutuhkan penyelesaian yang lebih berkelanjutan dan komprehensif.

Meski demikian, Anwar juga menegaskan hak Iran untuk membela kedaulatannya sesuai hukum internasional. Namun, Malaysia tetap menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan melindungi warga sipil serta infrastruktur negara-negara tetangga, khususnya di kawasan Teluk.

“Negara-negara Teluk, kawasan, dan dunia memiliki banyak hal yang dipertaruhkan — baik secara ekonomi, sosial, maupun dalam hal stabilitas jangka panjang — dan rakyatnya tidak boleh menanggung konsekuensi dari keputusan yang diambil di tempat lain,” papar Anwar.

Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam penerapan hukum internasional, yang menurutnya tidak boleh diterapkan secara selektif. Dalam beberapa hari terakhir, Anwar mengungkapkan telah berdiskusi dengan para pemimpin dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk memahami situasi dan mendorong de-eskalasi.

“Malaysia akan terus mendukung setiap upaya yang kredibel menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” pungkas Anwar Ibrahim.