Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menegaskan bahwa peringatan wafat (haul) pendiri Perguruan Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, merupakan bukti nyata kecintaan para jamaah. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri Haul ke-58 Guru Tua di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, pada Rabu (1/4/2026).
Di hadapan puluhan ribu jamaah yang memadati lokasi, Anwar Hafid menekankan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar rutinitas tahunan. “Kalau bukan karena cinta kepada Guru Tua, tidak mungkin kita ada di sini. Ini adalah cinta yang tidak terbatas,” ujarnya, menggarisbawahi kedalaman ikatan emosional antara Guru Tua dan pengikutnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa sebagian besar Abnaulkhairaat yang hadir, sekitar 80 persen, belum pernah bertemu langsung dengan Habib Idrus. “Selebihnya tidak pernah bertemu, termasuk saya,” kata Ketua Komda Alkhairaat Morowali itu, menjelaskan bahwa dirinya sendiri lahir tiga bulan setelah Guru Tua wafat, namun kecintaan tersebut tetap terbukti.
Lebih lanjut, Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh Abnaulkhairaat untuk menerjemahkan kecintaan tersebut ke dalam tindakan nyata. “Tanda cinta kita bukan hanya hadir di haul, bukan hanya memasang foto. Tanda cinta kita adalah melanjutkan perjuangan Guru Tua,” tegasnya, menekankan pentingnya melanjutkan warisan pendidikan yang ditinggalkan Guru Tua.
Menurut Anwar, Guru Tua tidak mewariskan harta benda, melainkan pendidikan sebagai jalan utama untuk mengubah nasib. Keyakinan ini sejalan dengan pandangan global bahwa pendidikan adalah kunci transformasi kehidupan.
Saat ini, Perguruan Alkhairaat telah berkembang pesat dengan tidak kurang dari sepuluh juta Abnaulkhairaat tersebar di seluruh Indonesia. Di sektor pendidikan, Alkhairaat mengelola satu perguruan tinggi, sekitar 50 pondok pesantren, serta 1.700 madrasah di berbagai tingkatan.
Puluhan ribu orang memadati peringatan Haul ke-58 Guru Tua yang dipusatkan di Kompleks Perguruan Alkhairaat, Kota Palu. Jamaah Abnaulkhairaat berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, memenuhi lapangan kompleks seluas satu hektar hingga meluber ke Jalan Sis Aljufri.
Peringatan Haul ke-58 yang jatuh pada Rabu, 12 Syawal/1 April 2026, mengusung tema “meneguhkan spirit keteladanan Guru Tua dalam bingkai peradaban ilmu dan akhlak”. Sebelum puncak acara, telah diselenggarakan Festival Raudhah SIS Aljufri dari tanggal 28 hingga 30 Maret 2026.
