PANGKALPINANG, KILATNEWS.CO – Antusiasme masyarakat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk menunaikan ibadah haji terus menunjukkan peningkatan signifikan. Data terbaru dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bangka mencatat, jumlah daftar tunggu (waiting list) jemaah haji di wilayah tersebut kini telah menembus angka 7.000 orang.

Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bangka, Giapul Prabungga, mengonfirmasi besarnya angka antrean tersebut pada Sabtu (25/4). “Ya benar, ada 7.000 orang yang terdaftar dalam daftar tunggu saat ini,” ujar Giapul.

Masa Tunggu Mencapai Tiga Dekade

Besarnya jumlah pendaftar berdampak langsung pada lamanya masa tunggu keberangkatan. Giapul menyebutkan, bagi umat muslim di Kabupaten Bangka yang baru mendaftarkan diri tahun ini, estimasi keberangkatan ke Tanah Suci diprediksi baru akan terlaksana 30 tahun mendatang.

“Secara rata-rata nasional, daftar tunggu haji berada di angka 26 tahun. Namun, untuk Provinsi Bangka Belitung, khususnya Kabupaten Bangka, mencapai 30 tahun. Artinya, pendaftar tahun ini diprediksi baru berangkat pada tahun 2056 mendatang,” jelasnya.

Meskipun masa tunggu tergolong lama, pihak kementerian mengimbau masyarakat untuk tidak berkecil hati dan tetap membulatkan niat untuk mendaftar. Pemerintah terus berupaya melakukan lobi dan koordinasi agar ada penambahan kuota haji di masa depan guna memangkas durasi antrean.

271 Jemaah Bangka Siap Berangkat Mei 2026

Di sisi lain, sebanyak 271 calon jemaah haji asal Kabupaten Bangka dipastikan akan berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun ini. Para jemaah dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci pada tanggal 2 dan 4 Mei mendatang.

Ratusan jemaah tersebut akan terbagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter), yaitu:

  • Kloter 8: Jadwal keberangkatan awal Mei.
  • Kloter 9: Jadwal keberangkatan menyusul melalui Embarkasi Palembang, Sumatra Selatan.

Kabupaten Bangka secara konsisten menjadi penyumbang jemaah haji terbanyak di Provinsi Bangka Belitung setiap tahun. Hal ini dipengaruhi oleh luas wilayah serta tingginya minat religius masyarakat setempat untuk menyempurnakan rukun Islam kelima.

Pihak kementerian berharap proses pemberangkatan tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Silakan daftar. Kita tetap berharap ada kemudahan dan penambahan kuota haji sehingga daftar tunggu tidak terlalu lama,” pungkas Giapul.