Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menangani insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/04). Meski demikian, AMPG mendesak adanya evaluasi sistemik dan audit total terhadap keselamatan transportasi perkeretaapian nasional menyusul tragedi yang menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai puluhan lainnya tersebut.
Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, menyatakan bahwa kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto yang meninjau korban di RSUD Bekasi serta instruksi investigasi menyeluruh menunjukkan keseriusan negara. “Kami melihat respons pemerintah sangat cepat dan tepat. Kehadiran Presiden di lokasi korban menunjukkan empati dan keseriusan negara dalam menangani krisis ini,” kata Said Aldi Al Idrus dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (30/04/2026).
Desakan Evaluasi Menyeluruh Sistem Perkeretaapian
AMPG menekankan bahwa penanganan darurat pasca-kecelakaan tidak boleh berhenti di situ. Tragedi tersebut, yang diduga dipicu rangkaian kejadian beruntun atau domino effect, mulai dari insiden kendaraan di perlintasan sebidang hingga dugaan kelalaian sistem persinyalan dan operasional kereta, mengindikasikan persoalan struktural yang lebih kompleks.
“Kejadian ini harus menjadi momentum untuk melakukan audit total terhadap sistem keselamatan perkeretaapian, mulai dari perlintasan sebidang, sistem sinyal, hingga standar operasional dan faktor human error,” tegas Said.
Organisasi sayap Partai Golkar ini juga mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan mendorong agar hasil investigasi tersebut disampaikan secara transparan kepada publik. Selain itu, AMPG menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur penunjang keselamatan, seperti flyover dan underpass di titik-titik rawan, terutama di wilayah padat seperti Bekasi dan sekitarnya.
“Investasi dalam keselamatan transportasi bukan pilihan, melainkan keharusan. Apalagi dengan masih banyaknya perlintasan sebidang yang belum terjaga, khususnya di wilayah padat seperti Bekasi dan sekitarnya,” tutur Said Aldi Al Idrus.
Pembaruan teknologi persinyalan serta peningkatan standar pelatihan dan pengawasan bagi seluruh operator transportasi kereta api juga menjadi sorotan AMPG. Said Aldi Al Idrus mengingatkan, “Kita tidak boleh menunggu tragedi berikutnya untuk bertindak. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, cepat, dan berkelanjutan.”
Belasungkawa untuk Korban
Pada kesempatan yang sama, PP AMPG menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi. “Atas nama keluarga besar PP AMPG, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang menyentuh kita semua,” ujarnya.
