KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalokasikan uang layak edar sebesar Rp1,7 triliun. Dana ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menjelaskan bahwa penyediaan uang tunai ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026 yang diselenggarakan secara nasional.

“Bank Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kondisi yang layak edar selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Adidoyo pada Sabtu (14/2).

Layanan Penukaran Uang

Untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, BI NTT menyediakan beragam layanan penukaran uang. Layanan kas ritel akan tersedia di rumah ibadah pada 23-27 Februari 2026. Selain itu, layanan kas terpadu bersama perbankan dapat diakses di area Hypermart Bundaran Tirosa pada 2-4 Maret 2026.

Masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan kas perbankan melalui bank-bank yang bekerja sama pada 9-10 Maret 2026. Tak hanya itu, layanan mitra kerja di sejumlah instansi strategis akan dibuka pada 5-10 Maret 2026.

Inovasi layanan tematik “Susur Pantai” juga disiapkan di Pantai Warna Oesapa dan Pasar Ikan Oeba pada 5 dan 9 Maret 2026, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di area tersebut.

Memasuki tahun kelima pelaksanaan secara nasional, program SERAMBI 2026 mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”. Tema ini menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam memastikan distribusi uang Rupiah berjalan lancar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk di NTT.

Adidoyo menambahkan, masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang melalui mobil kas keliling maupun loket perbankan diwajibkan untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi PINTAR pada laman pintar.bi.go.id. Langkah ini bertujuan untuk memastikan proses penukaran berjalan tertib, efisien, dan tepat sasaran.

Melalui berbagai upaya ini, BI NTT berharap kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal. Hal ini sekaligus menjaga kelancaran sistem pembayaran di wilayah Nusa Tenggara Timur.