Kondisi jalan rusak di jalur Praya–Keruak, Lombok Tengah, yang kerap dikeluhkan warga dan memicu kecelakaan lalu lintas, kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Respons cepat ini dipicu oleh aksi inisiatif seorang pegiat sosial, Mustakim Togok, yang secara mandiri menambal jalan berlubang di wilayah tersebut.
Mustakim Togok, warga Lombok Tengah, sebelumnya menjadi sorotan publik setelah aksinya menambal jalan menggunakan semen cor viral di media sosial Facebook. Ia mengaku keprihatinannya terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan membahayakan keselamatan pengendara menjadi latar belakang inisiatif tersebut.
Inisiatif Mustakim kemudian menarik perhatian luas, termasuk dari Wakil Ketua I DPRD Provinsi NTB, Haji Lalu Wirajaya. Perhatian publik ini menjadi pemicu percepatan penanganan oleh pemerintah daerah.
Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Kawasan Permukiman Provinsi NTB segera melakukan survei lapangan di sejumlah titik rawan di ruas Praya–Keruak. Survei ini merupakan tahap awal dari upaya perbaikan yang akan dilakukan.
Mustakim Togok menyampaikan apresiasinya atas respons cepat pemerintah. “Ini bukti bahwa suara masyarakat didengar. Jalur Praya–Keruak adalah urat nadi ekonomi dan mobilitas warga. Perbaikan ini sangat berarti untuk keselamatan kita bersama. Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Pemerintah hadir di tengah kegelisahan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman Provinsi NTB, Budi Herman, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti setiap laporan dan informasi dari masyarakat. “Setiap informasi masyarakat pasti kami respon untuk dilakukan penanganan. Ini adalah bentuk pelayanan Pemerintah Provinsi NTB kepada warga, dan hal ini sudah menjadi komitmen Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal,” tegas Budi.
Budi menambahkan, Dinas PUPR NTB terus melakukan pemetaan titik-titik kerusakan jalan di berbagai wilayah. Penanganan akan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan prioritas pada ruas-ruas yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTB juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif melaporkan kondisi infrastruktur melalui kanal pengaduan resmi. Hal ini diharapkan dapat mempercepat respons dan penanganan permasalahan di lapangan secara bersama-sama.
