Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia memastikan pembentukan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai tahun 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat pengembangan sektor peternakan dan mempercepat layanan teknis di daerah yang dikenal sebagai sentra ternak tersebut.

Kepastian ini mengemuka dalam audiensi antara Pemerintah Kabupaten Dompu yang dipimpin Bupati Dompu Bambang Firdaus dengan jajaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Optimisme Peningkatan Produktivitas Ternak

Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menyatakan pembentukan BPTU-HPT merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi peternakan Dompu. “Hari ini kami berkunjung ke Kementerian Pertanian RI dan bertemu dengan Direktur Hilirisasi Peternakan Dr. drh. Makmun serta Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak (Bitpro) Dr. Harry Suhada untuk membahas akselerasi program prioritas sektor peternakan Kabupaten Dompu tahun 2026,” ujar Bambang Firdaus.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat akan mempercepat peningkatan produktivitas peternakan. “Kami optimistis akselerasi program dan kolaborasi ini akan membawa dampak besar bagi kesejahteraan petani dan peternak, khususnya di Kabupaten Dompu,” tambahnya.

Dompu Jadi Perhatian Khusus Kementan

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian, Dr. drh. Makmun, menjelaskan Kabupaten Dompu menjadi perhatian khusus Kementan. Hal ini karena Dompu memiliki kawasan pelepasan ternak yang sangat luas, salah satunya di Doro Ncanga.

Selain itu, Makmun menambahkan, populasi ternak di Kabupaten Dompu menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga membutuhkan dukungan kelembagaan yang lebih kuat dan terintegrasi. “Melihat potensi dan perkembangan populasi ternak tersebut, Kementerian Pertanian akan mengupayakan pembentukan unit pelaksana teknis tersendiri bagi Kabupaten Dompu berupa Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak pada 2026,” tegas Makmun.

Keberadaan BPTU-HPT di Dompu diharapkan dapat mempercepat koordinasi program, meningkatkan kualitas bibit ternak dan ketersediaan pakan, serta mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan. “Upaya ini dilakukan agar koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kementerian Pertanian, khususnya di sektor peternakan dan kesehatan hewan, dapat berlangsung lebih dekat dan cepat,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Dompu Bambang Firdaus didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Dompu Agus Miswara, serta Ketua KONI Dompu Asrullah.