Sebanyak 5.000 warga Kawanua dari berbagai wilayah Jabodetabek memadati Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa (2/2/2026). Mereka hadir dalam perayaan Natal, Tahun Baru, dan Kunci Taon yang diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK).
Acara tersebut dipimpin oleh Fernando Rorimpandey sebagai Ketua Panitia dan Erwin Karouw sebagai Bendahara Panitia. Perayaan ini mengusung konsep ibadah teatrikal naratif yang memadukan refleksi iman dengan kekayaan budaya Kawanua, serta mengambil tema Natal Nasional PGI–KWI 2025 “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Momentum ini menjadi penting bagi keluarga besar Kawanua di perantauan untuk mempererat tali persaudaraan dan melestarikan tradisi budaya.
Rangkaian kegiatan telah diawali sehari sebelumnya dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Pondok Kasih Agape, Jakarta Utara. Aksi ini merupakan wujud syukur dan kepedulian sosial dari KKK.
Erwin Karouw, selaku Bendahara Panitia KKK, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremonial. “Perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat ikatan persaudaraan,” ujarnya.
Senada, Ketua Panitia KKK Fernando Rorimpandey menambahkan, “Ini merupakan budaya yang harus selalu kami pegang teguh dan lestarikan. Dimulai dari rasa syukur dengan berbagi bersama adik-adik di Panti Asuhan Agape, hingga puncak ibadah teatrikal yang dipadukan dengan pertunjukan budaya dan ditutup dengan ramah tamah keluarga besar Kawanua di perantauan. Selain ibadah, acara ini juga menjadi panggung bagi kekayaan seni dan budaya Kawanua. Kami bahagia dan bangga melihat begitu banyak keluarga besar Kawanua yang ikut memeriahkan dan mensukseskan acara ini. Semoga kegiatan ini berkesan bagi seluruh anggota Kerukunan Keluarga Kawanua.”
Harmoni Iman dan Budaya dalam Ibadah Teatrikal
Ibadah teatrikal yang dirancang oleh Pdt. Johny Alexander Lontoh, M.Min., M.Th., mengalir dalam empat narasi utama. Narasi tersebut meliputi penciptaan dan rencana keselamatan, pergumulan keluarga modern, keluarga yang dilawat Tuhan, serta panggilan hidup dalam terang. Setiap sesi diperkaya dengan pementasan tari dan pertunjukan surealis, memungkinkan jemaat merenungkan pesan iman secara lebih mendalam.
Selain ibadah, panggung budaya turut menampilkan beragam seni tradisional Kawanua seperti Tari Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, dan Masamper. Acara semakin semarak dengan penampilan artis berdarah Kawanua, di antaranya Dirly Sompie, Randy Lapian, Angel Punaji, serta penampilan spesial dari Tonny Wenas. Pujian jemaat dipandu oleh paduan suara gabungan Nafiri Choir dan GP Choir, dengan iringan musik dari GPIB Paulus Jakarta. Pesan Natal disampaikan secara oikumenis oleh RD Anthonius G.A., sementara doa syafaat dipimpin oleh Pdt. Lontoh.
Sejumlah tamu VIP turut hadir memeriahkan acara, termasuk Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., Direktur Utama Garuda Indonesia Letjen TNI (Purn.) Glenny Kahuripan, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Theo Sambuaga, EE Mangindaan, Jan Maringka, dan Johni Lumintang. Ibu Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua, Angelica Tengker, juga tampak hadir.
Fernando Rorimpandey dan Erwin Karouw menutup, “Dengan perpaduan ibadah, seni, budaya, dan kebersamaan, perayaan Natal dan Kunci Taon ini menjadi bukti nyata semangat warga Kawanua dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat persaudaraan di tanah rantau.”
