Puluhan ikan dewa di Balong Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mati mendadak sejak Kamis, 29 Januari 2026. Kematian massal ini diduga kuat akibat serangan parasit cacing yang diperparah oleh kondisi cuaca ekstrem.
Rohman Sutadi, seorang petugas kolam di Balong Cigugur, menyatakan terkejut dengan kejadian ini. “Kami juga terkejut, ikan-ikan tiba-tiba sudah mengambang di permukaan balong,” tuturnya pada Sabtu (31/1). Ia menjelaskan, kematian ikan dimulai pada Kamis (29/1) pagi dengan 14 ekor. Keesokan harinya, Jumat (30/1), sekitar 20 ekor ikan dewa kembali mati. Kematian berlanjut hingga Sabtu (31/1), sehingga total ikan dewa yang mati mencapai 50 ekor.
Ciri-ciri fisik ikan dewa yang mati menunjukkan adanya luka berwarna merah di tubuh, sisik yang mudah terlepas, dan insang yang terlihat pucat. Diduga, parasit menempel di seluruh bagian tubuh ikan. Seluruh ikan dewa yang mati segera dipisahkan dan telah dikuburkan.
Menurut Rohman, matinya puluhan ikan dewa ini merupakan kejadian paling banyak selama 15 tahun terakhir. Ia menduga penyebabnya adalah cuaca ekstrem yang masih berlangsung. “Tapi kita berharap tidak ada lagi ikan yang mati,” harap Rohman, seraya menyebut populasi ikan dewa di Balong Cigugur mencapai sekitar seribu ekor.
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan melalui Kepala Bidang Perikanan, Deni Rianto, telah melakukan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. “Dari hasil identifikasi yang kami lakukan, kematian ikan disebabkan adanya parasit jenis cacing yang hidup di tubuh ikan,” jelas Deni. Parasit ini menyebabkan kerusakan insang dan badan ikan.
Selain keberadaan parasit, Deni menambahkan bahwa debit air yang masuk ke kolam kurang, sirkulasi air yang tidak optimal, dan asupan pakan yang minim turut menyebabkan ikan kurus dan rentan terserang penyakit. “Ini yang membuat daya tahan mereka turun. Terlebih saat ini tengah terjadi cuaca ekstrem. Kondisi ini menyebabkan kadar air cenderung mengalami perubahan,” paparnya.
Deni mengakui, kematian ikan dewa dalam jumlah besar ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat ikan dewa adalah ikon Kabupaten Kuningan. Ia berharap ada perbaikan ke depan untuk menjaga kelangsungan hidup ikan-ikan tersebut, mulai dari menambah air, memperbaiki sirkulasi, hingga memberikan pakan yang cukup. “Mudah-mudahan hanya di sini saja. Ke depannya kita bersama-sama memperbaiki kondisi ini,” tutur Deni.
Ikan dewa sendiri dapat ditemukan di lima titik di Kabupaten Kuningan, yaitu Balong Cigugur, objek wisata Cibulan, Darmaloka di Kecamatan Darma, Linggarjati di Kecamatan Cilimus, dan di Kecamatan Pasawahan.
