Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melakukan langkah diplomasi strategis ke Provinsi Hainan, Tiongkok, dengan misi utama memperkuat fondasi sumber daya manusia (SDM) di wilayahnya. Kunjungan ini menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama untuk mendorong kemajuan daerah di masa depan.

Komitmen tersebut disampaikan Anwar Hafid dalam pidatonya di forum bergengsi League of Tropical Universities Summit di Tiongkok pada Sabtu (23/5). Di hadapan delegasi internasional, Gubernur ke-12 Sulawesi Tengah ini menegaskan keteguhannya dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi warganya.

Anwar Hafid Dorong Akses Pendidikan Global untuk Anak Sulteng

“Di Sulawesi Tengah kami memiliki agenda besar pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Dengan kolaborasi yang akan tercipta ini, maka anak-anak kami di Sulawesi Tengah akan memiliki kesempatan mengenyam pendidikan hingga ke Hainan,” ucap Anwar Hafid, Sabtu (23/5).

Pernyataan tersebut menandai bahwa kerja sama bilateral ini dirancang melampaui sekadar hubungan administratif antar-pemerintah. Anwar Hafid berupaya membuka pintu lebar bagi generasi muda Bumi Tadulako untuk mencicipi kualitas pendidikan bertaraf global.

Rekam jejak keberpihakan pada sektor pendidikan ini terlihat dari capaian signifikan pada tahun 2025. Saat itu, pemerintah daerah telah memfasilitasi lebih dari 20.000 putra-putri daerah untuk menempuh studi di jenjang perguruan tinggi. Biaya pendidikan para mahasiswa tersebut sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi melalui skema program unggulan Berani Cerdas.

Anwar Hafid memastikan bahwa faktor ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak daerah untuk meraih gelar sarjana, menegaskan visi inklusif dalam pembangunan SDM.

Sinergi Ekonomi Berbasis Kesamaan Lanskap Tropis

Selain fokus pada literasi, pertemuan di Hainan juga mengeksplorasi potensi ekonomi yang relevan dengan karakteristik wilayah. Kesamaan lanskap alam sebagai sesama daerah tropis menjadi modalitas utama dalam membangun sinergi di berbagai sektor strategis.

Anwar Hafid menilai kolaborasi ini akan memberikan dampak instan terhadap percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Transformasi ekonomi diharapkan lahir dari pertukaran inovasi dan teknologi yang dibawa dari hasil kunjungan bilateral tersebut.

“Tentu kami banyak membahas berbagai peluang kerja sama yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Hainan dan Sulteng memiliki kesamaan lanskap alam, oleh karena itu hubungan bilateral ini dilakukan agar hadir berbagai peluang ekonomi baru bagi Sulawesi Tengah,” tambah Anwar Hafid.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini menggantungkan harapan besar pada terciptanya ekosistem pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan. Misi ini diharapkan menjadi jembatan bagi perluasan akses riset dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di tingkat internasional.

Langkah diplomatik ini mempertegas posisi Sulawesi Tengah dalam memandang investasi jangka panjang melalui jalur akademis. Bagi Anwar Hafid, kemandirian daerah hanya dapat dicapai jika pembangunan dimulai dari peningkatan kualitas otak dan keterampilan generasinya.