Ratusan titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terdeteksi di sejumlah wilayah di Sumatra. Berdasarkan pantauan satelit terakhir pada Kamis, 29 Januari 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 276 titik panas tersebar di delapan provinsi di Pulau Sumatra.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Ranti, mengungkapkan bahwa jumlah titik panas terbanyak berada di Aceh dengan 146 titik. Provinsi lain yang juga terdampak meliputi Riau dengan 47 titik panas, Sumatra Utara 38 titik, Kepulauan Riau 13 titik, dan Jambi 12 titik panas.

Selain itu, Bangka Belitung mencatat 9 titik panas, Bengkulu 7 titik, dan Sumatra Selatan 4 titik panas. Ranti menambahkan, “Untuk sebanyak 47 titik panas di Provinsi Riau tersebar pada 7 kabupaten dan kota.”

Sebaran titik panas di Riau meliputi Kabupaten Indragiri Hilir dengan 25 titik, Kabupaten Bengkalis 12 titik, Kota Dumai 4 titik, dan Kabupaten Pelalawan 3 titik. “Kemudian Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Siak dengan masing-masing sebanyak 1 titik panas,” jelas Ranti.

Menanggapi situasi ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau, M Edy Afrizal, menyatakan bahwa Provinsi Riau masih berstatus siaga hidrometeorologi hingga akhir Januari. Namun, penetapan status siaga karhutla lanjutan akan sangat bergantung pada perkembangan di lapangan.

“Kita lihat situasi di lapangan, apakah perlu langsung menetapkan status siaga karhutla. Semua tergantung kondisi dan perkembangan di lapangan. Tapi kalau memang dibutuhkan kita tentu akan menetapkan diawali dari kabupaten/kota terlebih dahulu,” pungkas Edy Afrizal.