Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman resmi mengemban tugas baru sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan para ulama. Penunjukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini diumumkan Dudung saat melakukan kunjungan resmi ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta Pusat pada Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam keterangannya, Dudung menjelaskan bahwa kehadirannya di MUI merupakan bagian dari kapasitas barunya sebagai KSP. “Ya, ini silaturahmi ini sangat luar biasa kalau menurut saya, makanya saya hadir karena saya satu sisi pejabat baru sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) yang bisa mewakili pemerintah,” ujar Dudung di Jakarta.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut mengungkapkan, kunjungannya mengemban misi khusus untuk menyerap aspirasi dari tokoh agama. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keutuhan bangsa di tengah berbagai dinamika.

Dudung menekankan pentingnya peran tokoh agama yang berhadapan langsung dengan lapisan masyarakat di akar rumput. Oleh karena itu, masukan dari para ulama dianggap krusial bagi pemerintah.

“Saya mendengar apa yang menjadi saran masukan dari para ulama dan kemudian nanti kita akan laporkan kepada Bapak Presiden. Banyak hal-hal penting yang tadi saya terima,” tuturnya, menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti setiap poin pembicaraan.

Menurut Dudung, menyampaikan hal-hal yang dirasakan masyarakat kepada Presiden adalah sebuah kewajiban fungsional dari Kantor Staf Kepresidenan. Ini menjadi bagian integral dari tugas KSP dalam mendukung kebijakan pemerintah.

Selain menyerap aspirasi, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan nasional. Dudung menyampaikan pesan dari Ketua Umum MUI, Kiai Haji Anwar Iskandar, yang menekankan pentingnya menjaga tutur kata.

“Satu hal lagi tadi dari Kiai Haji Anwar yang Ketua MUI bahwa pentingnya kebersamaan, menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga mulut untuk tidak saling membenci, saling merendahkan, saling memfitnah, sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap terjaga,” ungkap Dudung mengutip pesan tersebut.

Ia menambahkan, stabilitas negara merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Sinergi antara pemerintah dan institusi keagamaan seperti MUI menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan negara.

Dalam kunjungan tersebut, Dudung Abdurachman diterima langsung oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat MUI. Hadir dalam pertemuan itu antara lain Wakil Ketua Umum MUI K.H. Cholil Nafis dan K.H. Marsudi Syuhud, serta para ketua bidang lainnya.