Banjir yang meluas di wilayah Cirebon, Jawa Barat, hingga Jakarta menyebabkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membatalkan total 34 perjalanan kereta api yang melintas di Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon pada Minggu, 18 Januari 2026. Selain pembatalan, tujuh perjalanan kereta api juga dialihkan melalui jalur selatan.
Salah satu calon penumpang, Aulia Fitriani, mengungkapkan kekecewaannya di Stasiun Cirebon. Ia seharusnya berangkat ke Semarang sekitar pukul 11.51 WIB, namun hingga pukul 13.00 WIB, keberangkatannya belum juga terlaksana. “Tapi sampai sekarang belum berangkat,” tutur Aulia.
Aulia menambahkan bahwa informasi yang diterimanya menyebutkan adanya banjir di Jakarta dan Pekalongan, yang menyebabkan banyak kereta terlambat. “Katanya ada banjir di Jakarta dan Pekalongan. Jadi kereta banyak yang terlambat,” ungkapnya. Meskipun KAI telah menawarkan pengembalian bea tiket atau penukaran jadwal, Aulia memilih untuk tetap menunggu keberangkatan pada hari itu.
Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, membenarkan adanya pembatalan massal tersebut. “Hari ini ada 28 KA (yang dibatalkan), kemarin ada 6 KA yang dibatalkan. Jadi total 34 KA yang dibatalkan,” jelas Muhibbuddin pada Minggu (19/1). Sementara itu, tujuh kereta api yang jalurnya diputar melewati jalur selatan tercatat pada hari yang sama.
Gangguan perjalanan kereta api ini bermula dari genangan air yang merendam jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Sragi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 23.10 WIB. Kondisi ini menyebabkan operasional kereta api terhenti sementara waktu karena risiko keselamatan yang tinggi.
Situasi semakin parah karena genangan air tidak hanya terjadi di wilayah kerja Daop 4 Semarang, tetapi juga meluas ke Daop 1 Jakarta. Beberapa lokasi yang terdampak meliputi Stasiun Kampung Bandan, Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Jakarta Kota, serta petak jalan antara Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Tanjung Priok. Hingga akhirnya, perjalanan kereta api hingga hari ini masih mengalami gangguan.
Muhibbuddin memastikan bahwa KAI terus berupaya maksimal dalam penanganan. “Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan teknis secara intensif untuk memastikan apakah jalur kereta benar-benar aman untuk dilewati. Ini kami lakukan untuk keselamatan perjalanan,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberlakukan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen. Pengembalian ini dapat dilakukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan. Pelanggan yang tidak berkenan melanjutkan perjalanan akibat pengalihan rute, rekayasa pola operasi, maupun dampak keterlambatan berhak memperoleh pengembalian bea 100 persen, termasuk untuk tiket terusan atau tiket pulang-pergi yang dikelola oleh KAI Group. “Pengembalian bea tiket dapat dilakukan melalui loket stasiun dan Contact Center 121,” tambah Muhibbuddin.
Daftar Perjalanan Kereta Api Daop 3 Cirebon yang Dibatalkan (18 Januari 2026)
- KA 1B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir)
- KA 2B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasar Turi)
- KA 17 (KA Argo Sindoro relasi Semarang Tawang – Gambir)
- KA 20 (KA Argo Muria relasi Gambir – Semarang Tawang)
- KA 29F (KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir)
- KA 30F (KA Argo Anjasmoro relasi Gambir – Surabaya Pasar Turi)
- KA 146-147 (KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang – Surabaya Pasar Turi – Semarang Tawang – Pasar Senen)
- KA 148-145 (KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen – Semarang Tawang – Surabaya Pasar Turi – Ketapang)
- KA 151 (KA Brantas relasi Blitar – Pasar Senen)
- KA 152 (KA Brantas relasi Pasar Senen – Blitar)
- KA 175 (KA Menoreh relasi Semarang Tawang – Pasar Senen)
- KA 178 (KA Tawang Jaya Premium relasi Pasar Senen – Semarang Tawang)
- KA 217 (KA Kaligung relasi Semarang Poncol – Cirebon Prujakan)
- KA 218 (KA Kaligung relasi Cirebon Prujakan – Semarang Poncol)
- KA 216 (KA Kaligung relasi Brebes – Semarang Poncol)
- KA 213 (KA Kaligung relasi Semarang Poncol – Brebes)
- KA 269 (KA Matarmaja relasi Malang – Pasar Senen)
- KA 270 (KA Matarmaja relasi Pasar Senen – Malang)
- KA 203 (KA Tegal Bahari relasi Tegal – Pasar Senen)
- KA 204 (KA Tegal Bahari relasi Pasar Senen – Tegal)
- KA 46 (KA Taksaka relasi Gambir – Yogyakarta)
- KA 47 (KA Taksaka relasi Yogyakarta – Gambir)
- KA 50F-51F (KA Purwojaya relasi Gambir – Kroya – Cilacap)
- KA 52-49 (KA Purwojaya relasi Cilacap – Kroya – Gambir)
- KA 171-174 (KA Ciremai relasi Semarang Tawang – Cirebon – Bandung)
- KA 173-172 (KA Ciremai relasi Bandung – Cirebon – Semarang Tawang)
- KA 7003 (KA Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir)
- KA 7004 (KA Sembrani Tambahan relasi Gambir – Surabaya Pasar Turi)
Perjalanan Kereta Api dengan Pola Operasi Memutar (18 Januari 2026)
- KA 3 (Anggrek) memutar via Semarang Tawang – Brumbung – Gundih – Solobalapan – Kroya – Cirebon
- KA 41 (Sembrani) memutar via Semarang Tawang – Brumbung – Gundih – Solobalapan – Kroya – Cirebon
- KA 31 (Pandalungan) memutar via Semarang Tawang – Brumbung – Gundih – Solobalapan – Kroya – Cirebon
- KA 4 (Anggrek) memutar via Cirebon – Prupuk – Kroya – Solo Balapan – Gundih – Brumbung – Semarang Tawang
- KA 32 (Pandalungan) memutar via Tegal – Prupuk – Kroya – Solo Balapan – Gundih – Brumbung – Semarang Tawang
- KA 92 (Jayabaya) memutar via Cirebon – Kroya – Solobalapan – Surabaya Gubeng
- KA 42 (Sembrani) memutar via Tegal – Prupuk – Kroya – Solo Balapan – Gundih – Brumbung – Semarang Tawang
“Kami berupaya melakukan penanganan secara maksimal dengan mengerahkan petugas prasarana dan sarana untuk melakukan normalisasi lintasan dan penguatan badan jalan rel,” pungkas Muhibbuddin.
