Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter yang masih mengancam sejumlah perairan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat, 1 Mei 2026. Peringatan ini ditujukan khususnya kepada para nelayan dan warga yang beraktivitas di wilayah pesisir.

Rincian Potensi Gelombang Tinggi

Prakirawan BMKG NTB, Nur Siti Zulaichah, menjelaskan bahwa potensi gelombang tinggi masih signifikan. “Potensi gelombang di sejumlah perairan di NTB masih tinggi. Diharapkan tetap waspada,” ungkap Nur Siti Zulaichah.

Menurutnya, gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia, Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Sumbawa, dan Selat Lombok bagian selatan. Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 1 meter hingga 2,5 meter diperkirakan akan melanda Selat Sape bagian selatan, Selat Lombok bagian utara, dan Selat Alas bagian utara.

Adapun gelombang dengan ketinggian lebih rendah, yakni 0,25 meter hingga 1,25 meter, berpeluang menghampiri Selat Sape bagian utara dan perairan utara Sumbawa.

Imbauan Keselamatan untuk Nelayan dan Warga Pesisir

BMKG secara khusus mengimbau warga yang tinggal di pesisir pantai wilayah NTB untuk tetap berhati-hati terhadap dampak gelombang. “Warga yang ada di pesisir pantai wilayah NTB agar tetap hati-hati terhadap dampak gelombang,” harap Nur Siti Zulaichah.

Selain itu, para nelayan dan nahkoda kapal diminta untuk mewaspadai peluang munculnya gelombang tinggi dan angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan perahu nelayan. “Tetap jaga keselamatan berlayar,” imbuhnya, menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam berlayar di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.