Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan logo peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Peluncuran ini berlangsung di Jakarta Pusat pada Selasa, 28 April 2026, dengan membawa filosofi penguatan arah transformasi pendidikan melalui sederet program prioritas.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan, peluncuran logo ini juga dilengkapi dengan pedoman peringatan Hardiknas 2026. Pedoman tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 8844/T/MDM.A5/HM.01.00/2026.
Bulan Pendidikan Nasional dan Tema Hardiknas 2026
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan bahwa bulan Mei telah dicanangkan sebagai Bulan Pendidikan Nasional. “Kami mencanangkan bulan Mei sebagai Bulan Pendidikan Nasional, menetapkan pula bahwa tema peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 adalah Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta pada Selasa.
Melalui SE tersebut, Kemendikdasmen mengimbau seluruh instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia (RI) di luar negeri untuk menyelenggarakan upacara bendera. Pelaksanaan upacara harus berpedoman pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen.
Filosofi Logo dan Program Prioritas
Mendikdasmen menjelaskan bahwa logo Hardiknas tahun ini merepresentasikan semangat Hari Pendidikan Nasional. Logo tersebut sekaligus menggambarkan arah transformasi pendidikan melalui program prioritas Kemendikdasmen, yaitu revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan kesejahteraan guru.
Siluet manusia yang bergerak dinamis dan penuh semangat dalam logo, kata Abdul Mu’ti, mencerminkan semesta yang siap berperan aktif. Hal ini bertujuan untuk mendukung dan berkontribusi demi mewujudkan visi #PendidikanBermutuUntukSemua.
Sementara itu, garis lengkung yang mengitari logo melambangkan gerak maju, pelindungan, dan kesinambungan. “Ini merepresentasikan revitalisasi satuan pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana, penguatan ekosistem sekolah, serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Adapun dominasi warna biru pada logo, lanjutnya, melambangkan kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, dan masa depan cerah.
