Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyatakan kesedihannya atas insiden “tendangan kungfu” yang terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/26. Kejadian yang melibatkan pemain Bhayangkara FC, Aqilah Lissunnah Aljundi, tersebut dinilai mencederai nilai-nilai fair play dalam sepak bola.
“Kejadian kemarin cukup membuat sedih. Terlepas itu pemain tim nasional atau bukan,” ujar Kurniawan, Jumat (24/4/2026). Ia menegaskan bahwa insiden semacam itu seharusnya tidak terjadi, terutama di level kelompok umur.
“Seharusnya di level kelompok umur hal tersebut tidak boleh terjadi karena mencederai nilai fair play,” tambahnya. Kurniawan, yang merupakan jebolan PSSI Primavera, menekankan pentingnya pembinaan karakter dan etika sejak dini bagi para pemain muda.
Di bawah kepemimpinannya, Timnas Indonesia U-17 menerapkan peraturan ketat terkait disiplin dan sikap. Hal ini bertujuan untuk menanamkan nilai budaya dan sopan santun yang baik kepada para pemain.
“Kami sendiri membuat peraturan ketat utamanya masalah disiplin dan attitude. Terpenting adalah mengenalkan adab dan respek antar pemain, pelatih dan ofisial,” ungkap pria asal Magelang tersebut.
Insiden yang disayangkan Kurniawan ini terjadi saat laga EPA U-20 2025/26 yang mempertemukan Dewa United melawan Bhayangkara FC, di mana pertandingan tersebut diwarnai kericuhan.
