Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram mengakui capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada tahun 2025 masih jauh dari target. Hanya 161.559 warga yang terlayani, atau 12,18 persen dari sasaran 448.775 jiwa.
Kepala Dinkes Kota Mataram, Emirald Isfihan, menyatakan bahwa angka tersebut berada di bawah ambang batas 13 persen yang dipersyaratkan pemerintah pusat. “Cakupan warga yang terlayani CKG tahun 2025 tercatat 161.559 jiwa atau 12,18 persen dari target sasaran 448.775 jiwa,” ungkap Emirald di Mataram pada Selasa, 15 April 2026.
Emirald menjelaskan, rendahnya capaian ini disebabkan oleh kendala distribusi sumber daya dari pemerintah pusat. Kondisi ini menjadi catatan evaluasi serius bagi jajarannya untuk menghadapi tahun anggaran 2026.
Menyikapi hal tersebut, Dinkes Kota Mataram berencana merombak total strategi pelayanan CKG pada tahun 2026. “Karena itu tahun ini kami akan melakukan perombakan strategi secara total,” tegas Emirald.
Ia menambahkan, pola pelayanan pasif yang hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas terbukti tidak efektif. Pengalaman tahun 2025 menunjukkan antusiasme kunjungan mandiri ke fasilitas kesehatan masih cukup rendah.
Sebagai bentuk komitmen perbaikan, Dinkes Mataram tidak akan lagi bergantung sepenuhnya pada pendanaan pusat. Optimalisasi dana dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) akan menjadi tumpuan utama untuk mendanai aksi-aksi lapangan yang lebih masif.
“Kami tidak ingin mengulangi kendala yang sama. Tahun 2026 ini kami upayakan berjalan dengan mengoptimalkan peran dan pendanaan BLUD, disamping tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” jelas Emirald.
Pihaknya juga menginstruksikan jajarannya untuk aktif “mengepung” setiap keramaian publik. Kegiatan di Jalan Udayana hingga acara-acara kemasyarakatan lainnya akan dimanfaatkan untuk memperluas skrining kesehatan secara menyeluruh.
Tantangan pada tahun 2026 dipastikan lebih berat, dengan target sasaran yang meningkat menjadi 451.323 jiwa. Namun, Dinkes Mataram optimis dengan sistem pemeriksaan yang disisipkan dalam setiap agenda eksternal, pendataan kondisi kesehatan warga akan jauh lebih akurat dan mencakup semua lapisan.
Emirald menekankan pentingnya mengetahui profil kesehatan warga secara real time. Hal ini krusial agar warga dengan risiko tinggi dapat langsung masuk prioritas penanganan rutin.
“Target ini akan kami pantau ketat setiap triwulan, agar tidak lagi meleset seperti tahun sebelumnya,” pungkas Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan.
