Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi magnet bagi pencinta olahraga asah otak nasional setelah sukses menggelar Open Tournament Domino Nene Mallomo Bupati Cup II 2026. Ajang yang berlangsung pada 11–12 April 2026 di Stadion Ganggawa Sidrap ini dibanjiri 1.536 tim atau lebih dari 3.000 peserta dari berbagai provinsi, mulai dari Sulawesi hingga Kalimantan.

Antusiasme tinggi peserta tidak hanya memeriahkan kompetisi, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian lokal. Kedatangan ribuan peserta dari luar daerah secara signifikan meningkatkan okupansi hotel dan aktivitas bisnis di Sidrap.

Transformasi Domino Menjadi Olahraga Kompetitif

Turnamen bergengsi ini diselenggarakan oleh Nene Mallomo, didukung penuh oleh Higgs Games Island (HGI), serta bekerja sama dengan PORDI Sulsel dan PORDI Sidrap. Pembukaan resmi dilakukan oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, pada Sabtu malam (11/4/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyoroti misi besar di balik gelaran ini, yakni mentransformasi citra domino dari sekadar hiburan di warung kopi menjadi cabang olahraga kompetitif atau mind sport yang terstandarisasi. Ia juga berharap kegiatan ini dapat mendongkrak sektor pariwisata daerah melalui konsep sport tourism.

“Domino sudah jadi budaya. Kalau dikemas dengan baik, bisa jadi daya tarik wisata,” ujar Bupati Syaharuddin Alrif saat membuka acara di Stadion Ganggawa.

Senada dengan Bupati, Ketua Panitia Andi Rahmat menjelaskan bahwa turnamen ini tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk melestarikan nilai kearifan lokal. Menurutnya, domino memiliki peran lebih dari sekadar permainan.

“Domino bukan sekadar hiburan, tetapi sarana mempererat silaturahmi lintas daerah,” kata Andi Rahmat, menekankan aspek sosial dari kompetisi ini.

Gelaran Open Tournament Domino Nene Mallomo Bupati Cup II 2026 ini berhasil menempatkan Sidrap sebagai pusat perhatian nasional bagi penggemar olahraga strategi, sekaligus menunjukkan potensi besar domino sebagai daya tarik wisata dan penggerak ekonomi daerah.