Gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai, menegaskan keyakinannya bahwa timnya masih memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di leg kedua perempat final Liga Champions. Pertandingan krusial ini akan berlangsung di markas Liverpool, Anfield, pada Selasa (14/4/2026) pukul 21.00 WIB, di mana The Reds harus mengejar defisit agregat 0-2 dari leg pertama.
Szoboszlai menyoroti pentingnya atmosfer Anfield dan dukungan penuh dari para penggemar sebagai faktor kunci dalam upaya comeback. Ia menggambarkan malam Liga Champions di Anfield sebagai momen yang “spesial” dan menyatakan ambisinya untuk menjadi bagian dari salah satu kebangkitan legendaris Liverpool, meskipun timnya gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran di leg pertama di Parc des Princes.
Optimisme di Tengah Tantangan Berat
Meski tertinggal dua gol tanpa balas, pemain asal Hungaria ini menolak untuk menyerah. Szoboszlai optimistis Liverpool akan tampil dengan wajah yang berbeda di kandang sendiri. “Akan ada rencana yang benar-benar berbeda, saya pikir, tim yang berbeda, stadion, atmosfer. Apa yang akan bersama kita, kita tidak akan hanya menjadi 11 pemain; kita akan menjadi seluruh stadion,” ujar Szoboszlai, seperti dikutip dari berbagai laporan media.
Ia menambahkan bahwa para pemain senior di skuad Liverpool telah membuktikan kemampuan mereka untuk membalikkan situasi sulit di masa lalu. “Para pemain yang sudah lama berada di sini telah menunjukkan bahwa mereka bisa membalikkan pertandingan seperti ini, dan saya ingin menjadi bagian darinya. Kami akan siap, itu pasti,” tegasnya. Szoboszlai bahkan menyatakan kesiapannya untuk “mati di lapangan” demi ambisi tim meraih kemenangan.
Perjalanan Liverpool di Liga Champions musim ini memang penuh rintangan, dengan empat kekalahan yang telah diderita—jumlah yang sama dengan musim 2006-07 dan 2018-19. Namun, pada musim 2018-19, Liverpool berhasil menjuarai turnamen tersebut meski menelan empat kekalahan, menjadi satu-satunya tim yang lolos dari defisit dua gol atau lebih di leg pertama.
Pelatih Arne Slot juga mengakui bahwa timnya membutuhkan penampilan yang “sangat spesial” untuk bisa melaju ke semifinal. “Kami tahu kami membutuhkan penampilan luar biasa untuk melaju ke babak berikutnya, tetapi itu sangat normal ketika Anda menghadapi juara Eropa,” kata Slot. Ia menambahkan, dalam 49 pertandingan kandang di bawah kepemimpinannya, Liverpool mampu mencetak dua gol atau lebih dalam 36 pertandingan, memberikan keyakinan akan kemampuan timnya.
Menatap Sejarah di Anfield
Szoboszlai juga sempat menyinggung insiden saat pertandingan melawan Manchester City di mana ia terlihat memberi isyarat kepada para penggemar. Ia meminta maaf jika ada kesalahpahaman dan menegaskan bahwa perasaannya sama dengan para suporter Liverpool. Pemain berusia 25 tahun ini berjanji tim akan mengerahkan segalanya di Anfield untuk membalikkan defisit.
PSG akan datang ke Anfield dengan keunggulan agregat 2-0 berkat gol dari Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia di leg pertama. Namun, statistik mencatat bahwa PSG adalah tim yang paling sering tersingkir dari babak gugur Liga Champions setelah memiliki keunggulan dua gol atau lebih di leg pertama, yaitu sebanyak tiga kali. Fakta ini bisa menjadi secercah harapan bagi Liverpool untuk menciptakan sejarah baru di kandang.
Bagi Liverpool, Liga Champions kini menjadi satu-satunya harapan tersisa untuk meraih gelar musim ini, setelah tersingkir dari kompetisi lain dan tertinggal dalam perburuan gelar Liga Primer. Pertandingan melawan PSG ini menjadi momen krusial untuk membuktikan kapasitas mereka di panggung Eropa.
Pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool dan PSG dijadwalkan kick-off pada Selasa, 14 April 2026, pukul 21.00 WIB di Anfield. Laga ini akan disiarkan langsung oleh Amazon Prime Video.
