Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama libur Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Hal ini disampaikan menyusul peningkatan mobilitas warga yang identik dengan momen Idul Fitri dan Lebaran Ketupat, baik untuk bersilaturahmi maupun berwisata.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, mengingatkan pentingnya kewaspadaan. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku serta arahan petugas di lapangan selama perjalanan maupun saat berada di lokasi wisata,” ujar AKBP Eko Yusmiarto di Lombok Tengah, Sabtu.
Kapolres secara khusus menyoroti potensi risiko di destinasi wisata air seperti pantai, sungai, dan kolam renang. Ia meminta masyarakat untuk lebih waspada, memperhatikan kondisi cuaca dan arus air, serta selalu mengikuti rambu peringatan dan arahan petugas di lapangan. Orang tua juga diimbau untuk mengawasi anak-anak secara ketat guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
“Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi, menghindari area terlarang serta menggunakan perlengkapan keselamatan yang tersedia,” tambah AKBP Eko Yusmiarto.
Selain itu, AKBP Eko Yusmiarto juga mengingatkan para pengelola tempat wisata untuk memprioritaskan aspek keselamatan pengunjung. Pengelola diharapkan mampu mengatur kapasitas, menyediakan sarana dan prasarana keselamatan, serta menyiapkan petugas pengamanan dan pertolongan pertama di lokasi wisata.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama antara pengelola, petugas, dan masyarakat,” tegasnya. Dengan sinergi ini, ia berharap seluruh rangkaian aktivitas libur Lebaran Ketupat, termasuk wisata dan arus balik, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
