Ribuan pemudik mulai memadati Terminal Tipe A Harjamukti, Kota Cirebon, sejak Selasa (24/3) hingga Rabu (25/3) pagi, menandai puncak arus balik Lebaran 2026. Kepadatan ini didominasi oleh para pekerja yang kembali ke wilayah Jabodetabek setelah masa cuti bersama berakhir.
Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Harjamukti, Joko Santoso, mengungkapkan adanya peningkatan volume penumpang yang signifikan. Berdasarkan data hingga Rabu pukul 08.00 WIB, jumlah penumpang yang berangkat mengalami kenaikan hingga 15 persen dibandingkan hari normal.
Joko menjelaskan, pergerakan penumpang didominasi oleh pekerja yang harus kembali masuk kantor pada hari ini, Kamis (26/3). Ia memprediksi penumpukan penumpang masih akan berlanjut hingga malam nanti, mengingat ketersediaan armada bus yang masih mencukupi.
“Jumlah penumpang bus pada arus balik mulai kemarin hingga pagi hari ini mencapai sekitar 600 orang. Ada kenaikan sekitar 15 persen dan ini merupakan salah satu titik puncak arus balik,” tutur Joko, Rabu (25/3).
Uniknya, di tengah gelombang arus balik, Terminal Harjamukti juga masih melayani arus mudik susulan. Tercatat lebih dari 350 penumpang turun di Cirebon dalam 24 jam terakhir, menunjukkan masih adanya warga yang baru memulai perjalanan mudik setelah hari H Lebaran.
Meskipun hari ini menjadi puncak bagi pekerja kantoran, otoritas terminal memprediksi gelombang penumpang susulan akan terjadi pada akhir pekan mendatang. Hal ini disebabkan oleh jadwal libur sekolah yang baru akan berakhir dalam beberapa hari ke depan.
Salah satu penumpang asal Perumnas Kota Cirebon, Dwi (45), memilih menggunakan bus meskipun harus mengambil tambahan cuti satu hari. “Masuk kerja sebenarnya hari ini, tapi saya tambah cuti sehari untuk urusan keluarga. Naik bus lebih fleksibel dan harapannya perjalanan ke Jakarta lancar tanpa kendala,” ungkap Dwi.
Pihak terminal mengimbau para calon penumpang untuk tetap waspada dan datang lebih awal guna menghindari keterlambatan akibat potensi kepadatan lalu lintas di jalur utama menuju Jakarta.
