Ribuan warga Makassar memadati Kapal Perang Indonesia (KRI) yang bersandar di Dermaga Markas Komando Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) pada Sabtu, 21 Maret 2026. Kunjungan massal ini terjadi sesaat setelah mereka menunaikan ibadah salat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di lokasi yang sama.
Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyatakan bahwa kebijakan membuka gerbang markas untuk umum merupakan wujud kemanunggalan antara TNI AL dan rakyat.
“Kami ingin menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk lebih dekat dengan masyarakat, termasuk memperkenalkan kapal-kapal perang milik bangsa ini kepada masyarakat,” ujar Laksda TNI Andi Abdul Aziz di Makassar, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Laksda Andi Abdul Aziz, kapal-kapal perang tersebut adalah milik rakyat. Ia mengaku merasakan kepuasan tersendiri melihat kegembiraan masyarakat yang mendekati dan bahkan berswafoto di KRI.
“Bagi kami, kegembiraan masyarakat bisa mendekati KRI adalah kebahagiaan bagi kami. Ini adalah edukasi maritim sekaligus kado lebaran dari TNI AL untuk warga Makassar,” tambahnya.
Tidak hanya kapal perang, kawasan Mako Kodaeral VI mendadak bertransformasi menjadi destinasi wisata militer yang menarik. Beberapa titik favorit warga antara lain Monumen Jangkar Jalesveva Jayamahe yang menjadi latar foto ikonik, Penangkaran Satwa Langka sebagai edukasi bagi anak-anak, serta Monumen Meriam dan Plaza Kodaeral VI yang dipenuhi warga untuk mengabadikan momen langka tahunan ini.
Salah seorang warga bernama Arya, yang hadir bersama keluarga besarnya, mengungkapkan rasa takjubnya. “Senang rasanya bisa berfoto di depan Kapal Perang TNI AL. Momen ini sangat jarang bagi kami warga Kota Makassar. Biasanya Markas Tentara apalagi Kodaeral VI sangat ketat, tapi hari ini kami disambut seperti keluarga sendiri,” kata Arya.
Tradisi tahunan ini menegaskan bahwa TNI AL tidak hanya tangguh di lautan, tetapi juga memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Kemeriahan Idul Fitri 1447 H di Kodaeral VI berhasil memadukan nilai spiritualitas dan kebanggaan nasionalisme dalam satu bingkai kebersamaan.
