Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, melontarkan peringatan serius kepada timnya, Ducati Lenovo Team, menjelang seri MotoGP Brasil 2026. Marquez menilai pembalap muda Pedro Acosta merupakan ancaman nyata yang tidak bisa dianggap remeh musim ini, meskipun Acosta sendiri berusaha merendah terkait perannya dalam perebutan gelar juara.
Acosta, yang kini memimpin klasemen sementara setelah seri pembuka di Buriram, Thailand, berhasil mengungguli Marco Bezzecchi. Pencapaian ini juga menandai sejarah baru bagi KTM, menjadikan Acosta pembalap pertama dari tim tersebut yang berhasil memuncaki klasemen sepanjang sejarah partisipasi mereka di MotoGP.
Ancaman Ganda dari Acosta dan Bezzecchi
Dalam konferensi pers jelang MotoGP Brasil 2026 yang digelar di Goiania, Marquez secara tegas menyoroti performa tinggi Acosta dan Bezzecchi. Ia menekankan bahwa Ducati tidak boleh menganggap enteng rival-rivalnya tersebut.
“Tingkat mereka nyata. Jika melihat enam balapan terakhir tahun lalu, Bezzecchi dan Acosta hampir selalu naik podium. Mereka dua pembalap fantastis yang bekerja sangat baik dengan motornya,” ujar Marquez kepada Marca. Ia menambahkan bahwa kinerja impresif keduanya bukan hanya soal motor, melainkan juga kemampuan mengendarai yang berada pada level tertinggi.
“Kita harus bekerja sebaik mungkin agar sedekat mungkin dengan mereka dan mencoba untuk mengalahkan mereka,” lanjut Marquez, menggarisbawahi pentingnya kerja keras tim untuk tetap kompetitif.
Strategi Ducati dengan Aero Fairing
Marquez juga mengonfirmasi bahwa Ducati akan kembali mengandalkan fairing aerodinamika bertekanan downforce tinggi. Fairing ini sebelumnya telah digunakan pada seri Thailand dan Austria musim lalu, dan diharapkan dapat membantu menutup keunggulan Aprilia Racing yang dikenal memiliki paket aero terbaik saat ini.
“Mereka membawa kembali fairing Thailand dan Austria yang biasanya bekerja cukup baik, tapi kami juga harus menyesuaikan adaptasi, bukan hanya motornya,” jelas Marquez. Ia mengakui bahwa Aprilia telah berhasil memperbaiki kelemahan aerodinamika mereka, terutama di trek-trek stop-and-go, sehingga performa Bezzecchi tetap diprediksi kuat.
Ducati sendiri telah melakukan tes privat di sela-sela dua seri awal MotoGP 2026. Hal ini mengindikasikan bahwa tim telah mengidentifikasi area-area peningkatan yang diperlukan untuk mengejar benchmark yang ditetapkan oleh Aprilia.
Meskipun Ducati telah menyiapkan berbagai peningkatan, karakter lintasan baru di Goiania serta performa impresif Bezzecchi dan Acosta membuat hasil akhir akhir pekan ini sulit diprediksi. Marquez memperingatkan bahwa persaingan akan sangat ketat dan Ducati harus bekerja maksimal untuk tetap berada di garis depan.
“Akan menarik melihat bagaimana balapan ini berjalan, tapi sepertinya Bezzecchi tetap jadi rival utama, meski motor belum menyentuh tarmac di Brasil,” tutup Marquez, memberikan gambaran tentang ketatnya persaingan yang akan dihadapi.
