KLATEN – Panen raya demplot padi seluas 10 hektare di Desa Wonosari, Kecamatan Truk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berhasil mencatatkan hasil melimpah hingga 8-9 ton gabah kering panen per hektare. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hasil panen sebelumnya.
Kegiatan panen raya yang berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026, ini merupakan hasil kerja sama apik antara Kelompok Tani Ngudi Makmur dan PT Langgeng Asri Makmur. Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasjhari, Wakil Ketua DPRD Klaten Haryanto, Dandim 0723/Klaten, Kabagren Polres Klaten, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten.
Peningkatan Produksi Berkat Pupuk Petroganik
Direktur Pemasaran PT Langgeng Asri Makmur, Wahyu Prasetyo, menjelaskan bahwa Kelompok Tani Ngudi Makmur menerima pasokan pupuk petroganik dari pihaknya untuk demplot ini. Penggunaan pupuk petroganik terbukti mendongkrak produksi padi secara signifikan.
“Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan, produksi mencapai 8-9 ton gabah kering panen per hektare. Hasil ini meningkat 1-1,5 ton dari sebelum menggunakan pupuk petroganik,” terang Wahyu Prasetyo.
Melihat keberhasilan ini, Wahyu menambahkan bahwa demplot serupa akan diperluas. “Selanjutnya, setelah terbukti hasil demplot padi 10 hektare meningkat signifikan, demplot berikut sesuai keinginan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI akan dilaksanakan lagi di Desa Wonosari pada musim tanam (MT) II dengan luas 30 hektare,” ungkapnya.
Dorongan Penggunaan Pupuk Organik
Kepala DKPP Klaten, Iwan Kurniawan, menyambut gembira hasil panen raya ini. Ia menekankan pentingnya penggunaan pupuk petroganik yang sangat bermanfaat bagi tanaman, terutama dalam ketahanan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Namun, Iwan menyayangkan kecenderungan petani yang masih lebih menyukai pupuk kimia. “Perlu diketahui, bahwa dengan pupuk organik tanaman padi tidak mudah ambruk. Karena itu, kami minta petani mengurangi penggunaan pupuk kimia dan perbanyak organik. Ini bukti nyata demplot padi yang menggunakan pupuk organik hasilnya meningkat,” tegas Iwan.
Dukungan DPR RI untuk Kedaulatan Pangan
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasjhari, menyatakan kekagumannya terhadap hasil panen demplot di Wonosari. “Sangat luar biasa hasil demplot padi 10 hektare di Desa Wonosari. Alhamdulilah hasilnya melimpah sampai 9 ton per hektare, padahal biasanya 6-7 ton per hektare,” ujarnya.
Abdul Kharis juga menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Ngudi Makmur. “Terima kasih Poktan Ngudi Makmur yang telah menyukseskan demplot 10 hektare yang kita adakan dengan bekerjasama PT Langgeng Asri Makmur. Hasil panen padi demplot di desa ini bagus dan layak demplot berikut diadakan lagi,” tambahnya.
Ia berjanji, jika demplot MT II seluas 30 hektare berhasil dengan baik, pihaknya akan mengundang Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, untuk melihat langsung. Oleh karena itu, ia berharap demplot MT II dapat dikelola dan dijaga dengan maksimal.
Fokus pada kedaulatan pangan menjadi alasan utama dukungan ini. “Kenapa kita harus fokus kedaulatan pangan, sebagaimana program prioritas Presiden Prabowo ditegaskan, bahwa pada 2025 tidak ada impor beras. Karena, produksi pada tahun lalu itu telah mencapai 37,4 juta ton, sedangkan kebutuhan 34 juta ton,” jelas Abdul Kharis, mengakhiri pernyataannya.
