Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) secara resmi menggelar Operasi Ketupat Turangga 2026. Operasi ini melibatkan 3.068 personel gabungan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik serta balik Lebaran 1447 Hijriah di wilayah NTT.

Apel gelar pasukan yang menandai dimulainya operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko pada Kamis pagi, 12 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda membacakan amanat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sinergi Lintas Sektoral dan Fokus Pengamanan

Kapolri dalam amanatnya menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral. Operasi ini merupakan wujud kolaborasi antara Polri, TNI, BNPB, BMKG, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan berbagai instansi terkait lainnya. Tujuannya jelas, yakni menjamin masyarakat dapat tiba di tujuan dengan aman, nyaman, dan tertib selama periode mudik Lebaran.

“Keberhasilan operasi Ketupat adalah tanggung jawab kita bersama. Bersama kita wujudkan mudik aman, keluarga bahagia,” tegas Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko saat membacakan amanat Kapolri.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, aparat tetap mewaspadai lonjakan pemudik, terutama dengan adanya berbagai stimulus transportasi dan kebijakan work from anywhere (WFA).

Secara nasional, Polri menyiapkan 161.243 personel gabungan dan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari pos PAM, pos pelayanan, dan pos terpadu. Fokus pengamanan juga mencakup 185.607 objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta, dan bandara.

Prediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi pada 24-25 Maret dan gelombang kedua pada 28-29 Maret 2026. Seluruh pengamanan difokuskan untuk menjamin mudik Lebaran aman dan lancar, sekaligus meminimalkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kecelakaan lalu lintas, serta risiko bencana hidrometeorologi.

Kapolri juga menekankan pentingnya komunikasi publik dan pelayanan responsif, termasuk pengoptimalan layanan kepolisian 110, agar masyarakat tetap mendapatkan informasi dan rasa aman selama perjalanan.

Polda NTT Siagakan Ribuan Personel dan Ratusan Pos

Khusus di wilayah NTT, Polda menyiagakan kekuatan penuh menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Sinergi dengan berbagai instansi terkait melibatkan 3.068 personel, yang terdiri dari 1.144 anggota Polri dan 1.924 tenaga dari instansi terkait.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, merinci persiapan tersebut. “Dalam operasi ini, kami menyiapkan 91 pos pelayanan, 38 pos pengamanan, 27 pos terpadu, dan 20 pos lainnya. Pengamanan juga fokus pada obyek vital, termasuk 14 bandara, 38 pelabuhan, 28 terminal, 56 pusat perbelanjaan, 201 masjid dengan estimasi 91.386 jemaah, serta 46 lapangan ibadah dengan estimasi sekitar 123.000 jemaah,” ujarnya.

Kombes Henry menambahkan bahwa operasi ini menekankan langkah deteksi, preventif, dan pencegahan dengan prinsip ultimum remedium. “Kami juga antisipasi kejahatan konvensional, tawuran, dan balapan liar, yang akan ditindak tegas sesuai aturan,” kata dia.

Polda NTT berharap seluruh masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat. “Sehingga kita semua bisa merayakan Idul Fitri dengan bahagia,” tutupnya.