Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, menyebut pemboman mematikan terhadap sebuah sekolah dasar putri di Iran selatan sebagai “kesalahan tragis”. Insiden yang terjadi pada 28 Februari 2026 di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, ini diduga menewaskan sedikitnya 148 orang.
Dalam wawancara dengan ABC News yang ditayangkan Minggu (8/3), Waltz menekankan bahwa AS selalu berupaya menghindari korban sipil. “Amerika Serikat melakukan segala yang bisa untuk menghindari korban sipil. Namun terkadang, tentu saja, kesalahan tragis bisa terjadi,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai hasil penyelidikan The New York Times yang mengindikasikan AS bertanggung jawab atas serangan tersebut, Waltz menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada para penyelidik. “Saya akan menyerahkan hal itu kepada para penyelidik untuk menentukannya,” katanya.
Serangan rudal pada hari pertama operasi gabungan AS-Israel ke Iran tersebut menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab. Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan 148 orang tewas dan 95 lainnya luka-luka akibat insiden tragis ini.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim 171 siswi sekolah meninggal dunia dalam pengeboman yang menurut Teheran dilakukan oleh AS dan Israel.
Namun, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (7/3) memberikan pernyataan berbeda. Berdasarkan informasi yang ia saksikan, Trump menyebut, “hal tersebut dilakukan oleh Iran”.
