Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menyatakan bahwa pembentukan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) oleh Pertamina merupakan langkah strategis yang telah terbukti efektif selama puluhan tahun. Inisiatif ini dinilai krusial dalam menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia, khususnya selama periode mudik Lebaran.

“Tentunya kesiapan pasokan energi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan perjalanan masyarakat berjalan lancar,” kata Sofyano melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Palu, Minggu (8/3/2026).

Sofyano menjelaskan bahwa Satgas RAFI bukanlah program baru, melainkan inisiatif yang telah dijalankan Pertamina secara konsisten dari tahun ke tahun. Pengalaman panjang Satgas ini menjadi kunci dalam mengantisipasi lonjakan konsumsi energi selama periode mudik dan libur Lebaran.

Pengalaman Panjang Satgas RAFI

Melalui Satgas tersebut, Pertamina dapat melakukan pemantauan distribusi BBM secara intensif, menyiapkan tambahan stok di berbagai wilayah, serta memastikan operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap berjalan optimal selama masa libur panjang.

“Pengalaman panjang Satgas RAFI menunjukkan bahwa sistem pengamanan pasokan energi selama masa mudik telah dirancang dengan baik, sehingga Pertamina bersama berbagai pihak terkait biasanya melakukan pemetaan wilayah dengan potensi lonjakan konsumsi, khususnya di jalur utama mudik, jalan tol, serta daerah tujuan wisata dan kampung halaman masyarakat,” ujarnya.

Sofyano menambahkan, pemetaan wilayah dengan potensi lonjakan konsumsi ini sangat penting untuk memastikan pasokan BBM tetap aman dan tersedia di titik-titik krusial.

Imbauan untuk Pemudik dan Operator SPBU

Selain peran Pertamina, Puskepi juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik. Kesiapan kendaraan dan perencanaan pengisian BBM menjadi faktor penting untuk menghindari kendala di perjalanan.

“Salah satu langkah sederhana namun penting adalah memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan mengisi BBM sebelum memasuki jalur perjalanan panjang atau wilayah yang memiliki jarak antar SPBU cukup jauh. Pemudik juga dianjurkan untuk tidak menunggu tangki bahan bakar hingga benar-benar kosong sebelum mengisi kembali,” kata Sofyano.

Peran para pengusaha dan operator SPBU juga sangat vital dalam mendukung kelancaran arus mudik. Mereka diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjaga fasilitas SPBU.

“Perencanaan perjalanan menjadi kunci. Pemudik sebaiknya memantau rute perjalanan, mengetahui lokasi SPBU di sepanjang jalur mudik, serta mengisi BBM ketika kesempatan tersedia, terutama di daerah yang ramai dilalui kendaraan. Kemudian para pengelola SPBU diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga ketersediaan stok BBM, serta memastikan fasilitas SPBU seperti area pengisian, toilet, musolah yang bersih terawat dan tempat istirahat tetap bersih dan nyaman bagi para pemudik,” tuturnya.

Sofyano menekankan bahwa koordinasi yang baik antara Pertamina melalui Satgas RAFI, para pengusaha SPBU, serta kesiapan masyarakat dalam merencanakan perjalanan, diharapkan dapat mewujudkan arus mudik Ramadhan dan Lebaran tahun ini berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“SPBU pada masa mudik bukan hanya tempat pengisian bahan bakar, tetapi juga menjadi titik layanan publik bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh. Sehingga pelayanan yang ramah, cepat, dan tertib akan sangat membantu kenyamanan para pemudik,” pungkasnya.