Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) atas komitmennya dalam menjamin keselamatan warga negara Malaysia di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Apresiasi ini disampaikan Anwar saat berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan melalui sambungan telepon pada Jumat malam, 6 Maret 2026.
Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai perkembangan terkini di Timur Tengah, khususnya terkait situasi keamanan regional pasca-konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Anwar secara khusus menyoroti upaya UEA dalam melindungi sekitar 10.000 warga Malaysia yang saat ini tinggal di negara tersebut.
“Saya menyampaikan penghargaan atas komitmen berkelanjutan pemerintah Uni Emirat Arab dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan sekitar 10.000 warga Malaysia yang saat ini tinggal di negara tersebut,” kata Anwar dalam keterangan resminya di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat malam.
Anwar juga menyampaikan simpati dan dukungan tulus Malaysia kepada Uni Emirat Arab, yang turut merasakan dampak dari respons Iran terhadap serangan yang dilakukan Israel dengan dukungan Amerika Serikat.
“Kami menyatakan harapan bersama agar semua pihak memprioritaskan dialog damai dan menghindari tindakan apa pun yang dapat mengganggu stabilitas kawasan serta keamanan global,” jelas Anwar.
Lebih lanjut, Perdana Menteri Malaysia itu berharap bulan suci Ramadhan dapat mempererat persatuan umat serta membuka jalan menuju perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan, baik di kawasan Timur Tengah maupun di seluruh dunia.
