Unit dance-punk asal Jakarta, Agrikulture, kembali menyapa penggemar dengan karya terbaru bertajuk “Terang Di Gelap Cahaya”. Lagu ini menjadi penegasan identitas Agrikulture yang konsisten meramu groove, ironi, dan refleksi kehidupan urban dalam komposisi yang memicu gerak tubuh sekaligus pemikiran.
Terinspirasi oleh semangat dance-punk dan post-punk dari musisi legendaris seperti Talking Heads hingga The Rapture, Agrikulture tetap menjadikan bass dan ritme sebagai fondasi utama dalam setiap karyanya. Namun, sebagai entitas yang lahir dari latar belakang DJ, Agrikulture tidak membatasi diri pada satu pakem musik tertentu.
Dalam “Terang Di Gelap Cahaya”, elemen funk, disco, dan new wave melebur menjadi sebuah arsitektur musik yang repetitif namun kaya akan lapisan emosi subtil. Jika lagu sebelumnya, “Cerah Hari Ini”, menangkap optimisme spontan, karya terbaru ini hadir dengan perspektif yang lebih matang dan mendalam.
Lagu tersebut lahir dari kegelisahan yang sangat personal, sebuah curahan rasa tentang pencarian jawaban, ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan, tanpa benar-benar tahu harus memulai dari mana. Keresahan itu ‘menyapa lewat nada’, menjadikan musik sebagai medium paling jujur untuk berbicara ketika kata-kata terasa tidak cukup untuk mengungkapkan.
Secara lirik, Agrikulture tetap setia pada gaya observasional: lugas, ironis, dan bebas dari romantisasi emosi berlebihan. Pilihan kata yang minimalis bukan tanpa alasan, sebab kadang ketika seseorang terlalu resah, justru menjadi hampir tidak bersuara.
“Lagu ini adalah pengingat tentang bertahan dan menemukan makna terang versi masing-masing, bahkan ketika cahaya terasa samar,” ungkap Agrikulture, menjelaskan esensi dari karya teranyar mereka.
sumber gambar: jpnn.com 