Manajemen Bandara Internasional Juanda memastikan operasional penerbangan internasional, termasuk perjalanan ibadah umrah, hingga saat ini masih berjalan normal. Kepastian ini disampaikan di tengah penutupan ruang udara di sejumlah kawasan Timur Tengah menyusul eskalasi konflik di wilayah tersebut.
General Manager Bandara Internasional Juanda, M. Tohir, menjelaskan bahwa tidak ada dampak operasional terhadap penerbangan dari dan menuju Juanda. Hal ini didasarkan pada hasil koordinasi dan pemantauan intensif yang dilakukan bersama pemangku kepentingan terkait.
Koordinasi Intensif Jamin Keselamatan
“Berdasarkan koordinasi dan pemantauan yang kami lakukan bersama AirNav Indonesia, maskapai, serta seluruh instansi terkait, hingga saat ini tidak terdapat dampak operasional terhadap penerbangan dari dan menuju Juanda,” kata M. Tohir dalam keterangan resminya pada Senin (2/3).
Tohir menambahkan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi secara berkelanjutan untuk menjamin seluruh aktivitas penerbangan tetap mematuhi standar keselamatan yang berlaku. Langkah ini diambil guna memastikan kenyamanan serta ketertiban bagi seluruh pengguna jasa bandara di tengah dinamika situasi geopolitik global.
“Kami terus melakukan koordinasi secara intensif guna memastikan seluruh operasional penerbangan berjalan aman, tertib, dan sesuai standar keselamatan yang berlaku,” ujar Tohir.
Imbauan untuk Calon Penumpang
Menyikapi situasi tersebut, pihak Bandara Juanda mengimbau kepada seluruh calon penumpang, khususnya rute internasional, untuk proaktif memperbarui informasi perjalanan mereka. Penumpang disarankan untuk memantau jadwal penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing.
Selain itu, penumpang juga diminta mengakses kanal resmi informasi Bandara Internasional Juanda untuk mendapatkan data terkini. “Langkah antisipasi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat yang memiliki rencana perjalanan udara melalui pintu keberangkatan Jawa Timur tersebut,” pungkas Tohir.
Penutupan ruang udara di beberapa kawasan Timur Tengah ini terjadi setelah serangan brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu, yang membuat dunia terhenyak dan memicu kekhawatiran akan dampak lebih lanjut terhadap konektivitas global.
sumber gambar: gesit.id 