Drama Korea (drakor) terbaru Netflix, The Art Of Sarah, yang tayang perdana pada 13 Februari 2026, kini menjadi perbincangan hangat. Drakor bergenre thriller misteri ini ternyata menyimpan fakta mengejutkan: ceritanya diangkat dari kisah nyata sebuah skandal penipuan besar yang mengguncang Korea Selatan pada tahun 2006 silam.
Plot Misterius The Art Of Sarah
The Art Of Sarah berpusat pada sosok Sarah Kim, diperankan oleh Shin Hye-sun, seorang wanita yang menjalani hidup dengan identitas palsu di kalangan elit Kota Seoul. Kehidupannya yang glamor mendadak kacau setelah penemuan sesosok mayat perempuan di saluran pembuangan, yang teridentifikasi sebagai dirinya.
Kasus ini ditangani oleh Detektif Park Mu-gyeong, yang diperankan oleh Lee Jun-hyuk. Penyelidikan awal mengungkap bahwa Sarah Kim tidak memiliki catatan pribadi yang jelas dan telah hidup dengan banyak identitas berbeda. Detektif Park Mu-gyeong pun berusaha keras mengungkap kebenaran di balik sosok Sarah Kim, yang perlahan membuka lapisan penipuan, pencucian identitas, dan manipulasi psikologis yang kompleks.
Skandal Jam Tangan Palsu Vincent & Co. Jadi Inspirasi
Kisah nyata yang menjadi inspirasi drakor ini adalah skandal penipuan yang melibatkan merek jam tangan mewah palsu bernama Vincent & Co. Merek ini mengklaim sebagai jam tangan legendaris asal Swiss yang telah dipakai oleh keluarga kerajaan Eropa selama 100 tahun.
Untuk meyakinkan publik, pemilik merek palsu ini menggelar pesta peluncuran mewah yang dihadiri oleh selebriti papan atas Korea dan diliput oleh majalah mode ternama. Namun, kecurigaan publik mulai muncul karena tidak adanya perwakilan Swiss yang hadir dalam acara peluncuran jam tangan tersebut.
Modus Operandi Penipuan Vincent & Co.
Penyelidikan akhirnya mengungkapkan bahwa merek Vincent & Co. tidak pernah terdaftar di Swiss. Berikut adalah detail modus operandi penipuan jam tangan Vincent & Co. yang menginspirasi cerita dalam drakor The Art Of Sarah:
- Mesin jam murah diimpor dari Tiongkok, kemudian dirakit di Korea.
- Jam yang sudah dirakit dibongkar sedikit dan dikirim ke Swiss.
- Di Swiss, jam dirakit kembali untuk mendapatkan sertifikasi “Made in Switzerland” melalui celah hukum.
Keuntungan Fantastis dari Penipuan
Skema penipuan ini berhasil memanfaatkan obsesi publik terhadap gengsi, kemewahan, dan status sosial. Biaya produksi jam tangan ini hanya sekitar 50 ribu hingga 200 ribu Won. Namun, jam tangan tersebut dijual dengan harga puluhan juta Won, mampu menghasilkan keuntungan ratusan juta Won bagi para pelaku.
sumber gambar: Instagram 