Sebanyak 21 penumpang Kapal Motor (KM) Nazila 05 yang sempat dilaporkan hilang setelah tenggelam di perairan utara Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka ditemukan oleh tim SAR gabungan setelah terombang-ambing di atas rakit di perairan Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, pada Selasa (31/3) sekitar pukul 08.24 Wita.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Palu dan Basarnas Gorontalo melakukan upaya pencarian sejak dini hari. Kepala Basarnas Palu, Muh Rizal, menjelaskan bahwa KN SAR Bhisma awalnya bergerak menuju titik yang diduga menjadi lokasi korban pada pukul 03.00 Wita. Namun, tim tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban di lokasi tersebut.
Informasi keberadaan korban kemudian diterima Communication Center (Com Center) Palu pada pukul 06.00 Wita dari Epen, seorang penjaga rakit di perairan Bolaang Mongondow Selatan. Epen melaporkan bahwa seluruh korban berada di rakit miliknya. Berdasarkan informasi tersebut, KN SAR Bhisma segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud.
“Pada pukul 08.24 Wita, seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sekitar 16 mil laut dari lokasi kejadian,” ujar Rizal di Palu, Selasa (31/3).
Rizal menambahkan, seluruh korban kemudian dievakuasi menggunakan RB 216 Gorontalo menuju Pelabuhan Pelindo Gorontalo. Setibanya di pelabuhan, mereka akan mendapatkan pemeriksaan medis di rumah sakit setempat untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga mengoreksi jumlah korban yang sebelumnya dilaporkan sebanyak 27 orang menjadi 21 orang. Ia merinci, seluruh korban terdiri atas 1 nahkoda, 1 kepala kamar mesin (KKM), dan 19 anak buah kapal (ABK). “Ini merupakan kapal penangkapan ikan atau kapal nelayan,” jelasnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Sebelumnya, KM Nazila 05 dilaporkan tenggelam di perairan utara Pulau Taliabu, Maluku Utara. Laporan pertama mengenai insiden ini diterima dari pemilik kapal, Rifani Samatia, pada Senin (30/3) pukul 10.00 Wita. Kapal tersebut diketahui berangkat dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema pada Minggu (29/3) pukul 18.00 WIT.
Namun, pada Senin dini hari sekitar pukul 03.30 WIT, nahkoda kapal menghubungi pemilik dan melaporkan bahwa kapal mengalami patah haluan akibat cuaca buruk. Sekitar 30 menit kemudian, tepatnya pukul 04.00 WIT, nahkoda kembali menyampaikan kabar bahwa KM Nazila 05 telah tenggelam.
