Lombok Tengah, NTB – Wakil Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), HM Nursiah, memastikan seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di wilayahnya tetap beroperasi normal. Penegasan ini disampaikan menyusul meninggalnya Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Suardi, pada Rabu, 18 Februari 2026, karena sakit.

HM Nursiah menegaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan seluruh kepala puskesmas untuk memastikan kelangsungan layanan. “Untuk pelayanan di Puskesmas tetap jalan, kami telah melakukan koordinasi dengan semua kepala puskesmas,” kata HM Nursiah usai mengunjungi rumah duka di Lombok Tengah pada Rabu.

Selain pelayanan medis, Nursiah juga memastikan bahwa pelayanan administrasi di tingkat kabupaten tidak akan terhambat. Hal ini dikarenakan telah ada sekretaris dinas yang siap mengambil alih tugas-tugas administratif. Oleh karena itu, masyarakat di 12 kecamatan di Lombok Tengah tidak perlu khawatir dan dapat tetap memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti biasa.

“Warga yang butuh pelayanan kesehatan silakan datang ke puskesmas, petugas tetap siap memberikan pelayanan,” tambahnya.

Atas nama pemerintah daerah, HM Nursiah menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya almarhum Suardi. Ia mengenang Suardi sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi dan etos kerja keras dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Tengah, bahkan di hari libur.

“Takdir berkata lain, beliau meninggal di kantor untuk persiapan pemeriksaan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan APBD 2025,” ungkap Nursiah. “Kami semua jajaran merasa kehilangan.”

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Suardi ditemukan pingsan di ruang kerjanya pada Selasa, 17 Februari 2026, sore hari. Almarhum sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Suardi kemudian dimakamkan di pemakaman umum Desa Beringin, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, pada Rabu siang.